Mengintip Upaya Pendidikan Seks dari Berbagai Negara

Berita Jabar – Kesadaran akan kesehatan seksual masih terbilang rendah. Jika tak diatasi, minimnya kesadaran kesehatan seksual itu bisa berujung bencana.

Dengan kondisi sedemikian rupa, rasanya tak berlebihan jika pendidikan seksual mesti diberikan sejak usia dini. Memberi pendidikan seks sejak dini bisa melindungi anak dari berbagai gangguan seksual.

“Anak harus mengenal diri mereka sendiri. Mengetahui area mana yang boleh disentuh dan mana yang tidak,” ujar tim medis Klinik Angsa Merah, Adyana Esti kepada CNNIndonesia.com, Selasa (4/9).

Kini, berbagai negara tengah berupaya menyikapi soal pentingnya pendidikan seksual sejak dini. Ada beberapa yang berhasil, tapi beberapa di antaranya masih jalan di tempat.

Berikut melansir Study International, gambaran beberapa negara merespons pentingnya pendidikan seks sejak dini.

1. India

India merupakan negara dengan pertumbuhan penduduk tercepat di dunia. Di negara ini pula kasus infeksi HIV banyak terjadi. Meski kenyataannya pahit, tetapi pendidikan seks tidak masuk dalam kurikulum sekolah atau tidak diwajibkan.

Padahal, sebanyak 53 persen anak usia antara 5-12 tahun menjadi korban kekerasan seksual. Times of India melaporkan lebih dari 50 persen anak perempuan di daerah pedesaan tak mengerti soal menstruasi.

Kultur budaya di India membuat seks jadi hal yang memalukan dan tabu sehingga orang dewasa memilih diam. Akibatnya, generasi muda mereka bingung dan bahkan tak mengerti bahwa mereka mengalami kekerasan.

Sebuah yayasan bernama YP Foundation mendesain dan mengimplementasikan sebuah kurikulum pendidikan seks. Program tersebut mengajarkan kesetaraan gender, keragaman seksual, dan disepakati oleh murid-murid. Peserta dilibatkan dengan kegiatan seperti bermain peran, seni, dan permainan yang merangkul remaja usia 12-20 tahun.

2. Malaysia

Di Malaysia, Kementerian Pemberdayaan Perempuan, Komunitas dan Keluarga telah mengusahakan pendidikan seks yang lebih baik. Kini, pendidikan seks telah terintegrasi dengan mata pelajaran seperti moral dan studi Islam, ilmu pengetahuan alam, dan biologi.

Akan tetapi, pendidikan seks hanya fokus pada aspek biologis dan mengesampingkan aneka detail krusial seperti kesejahteraan secara emosional dan pentingnya penggunaan kontrasepsi. Anak-anak, khususnya yang bersekolah di sekolah swasta berbasis agama dianggap tidak siap menghadapi dunia luar.

Dewan Malaysia untuk Kesejateraan Anak memutuskan untuk melakukan sesuatu. Mereka merancang pendidikan seks yang lebih baik dengan detail kesehatan reproduksi untuk anak dan remaja.

3. Belanda

Belanda dikenal sebagai negara yang liberal termasuk untuk urusan seks. Bagi Belanda, seksualitas adalah bagian alami dari manusia yang seharusnya diajarkan pada siapa pun.

Pendidikan seks diwajibkan untuk anak usia empat tahun ke atas. Terkadang, pendidikan seks menekankan pada kemampuan seorang anak untuk menghargai tubuhnya sendiri atau berfokus pada seksualitas dengan cara menghargai teman sebaya.

Semua hal diajarkan di Belanda, termasuk soal penggunaan kontrasepsi dalam hubungan seksual hingga pengetahuan tentang penyakit menular seksual. Hasilnya, angka kehamilan usia muda di Belanda terbilang rendah.

kontrasepsi dalam hubungan hingga penyakit menular seksual. Hasilnya angka kehamila usia muda di Belanda rendah.

4. Selandia Baru

Seksualitas merupakan salah satu dari tujuh area dalam kurikulum Pendidikan Jasmani dan Kesehatan di Selandia Baru. Pemerintah mewajibkan hal tersebut untuk sekolah dasar hingga anak berusia 10 tahun. Metode ini telah diterapkan Selandia Baru sejak 1999 silam.

Ketika dirasa masih kurang, Pemerintah Selandia Baru berencana untuk mengembangkan program pendidikan seks di negaranya.

5. Uganda

Di beberapa negara, agama dan moral yang dianut turut mempengaruhi program pendidikan seks. Hal ini pula yang berlaku di Uganda.

Belum lama ini, Kementerian Kesehatan setempat menolak proposal usulan distribusi alat kontrasepsi untuk remaja berusia 15 tahun ke atas karena dasar moral. Kementerian pun menolak usulan perluasan cakupan pendidikan seks hingga anak usia 10 tahun.

Kementerian mengklaim proposal justru akan meningkatkan angka seks bebas dan aborsi. Padahal, lebih dari seperempat anak perempuan berusia 19-29 tahun di Uganda hamil dan melahirkan pada usia muda. Hanya sekitar 24 persen di antaranya yang sadar untuk menggunakan alat kontrasepsi modern.

6. Inggris

Cukup mengejutkan karena Inggris bisa dibilang agak ‘diam’ saat bicara soal seks. Sementara pendidikan seks telah diwajibkan di semua sekolah, namun petunjuknya relatif masih kurang.

Pendidikan seks terintergrasi dengan kurikulum dan masuk ke dalam PSHE (Personal, Social, Health, Economics).

Pada Maret 2017, Pemerintah Inggris mengumumkan bahwa semua anak berusia empat tahun ke atas akan diberikan pendidikan relasi emosional. Sebagai tambahan, semua anak di kelas dua akan diajari tentang materi terkait seks, seksual, dan relasi emosional.

7. Amerika Serikat

Amerika Serikat (AS) memiliki program pendidikan seks yang lebih bervariasi di berbagai sekolah dan wilayah. Menurut Guttmacher Institute, hanya setengah negara bagian yang memasukkan pendidikan mengenai HIV dalam program mereka.

Secara keseluruhan, Planned Parenthood melaporkan pada rentang waktu 2011-2013, sebanyak 43 persen perempuan dewasa dan 57 persen pria dewasa tidak menerima informasi tentang kontrol kelahiran sebelum mereka melakukan hubungan seks untuk pertama kalinya.

8. Indonesia

Kondisi jauh berbeda dialami Indonesia. Pendidikan seks tidak dimasukkan ke dalam materi wajib, tetapi di luar kurikulum atau ekstrakurikuler.

Yang mengkhawatirkan, masih banyak orangtua yang tak memiliki pengetahuan komprehensif mengenai topik seksualitas. Kebanyakan orangtua hanya mengingatkan soal bahaya berhubungan seksual tanpa memberikan alasan-alasan yang lebih komprehensif.

Seharusnya pendidikan seks menjadi kebutuhan krusial, mengingat banyak remaja dipaksa menikah karena mengalami kehamilan yang tidak direncanakan.

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia 

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *