7 Gejala serangan jantung palsu dan arti sebenarnya

Berita kesehatan –¬†Pernahkah Anda mengalami nyeri hebat di dada sebelah kiri? Rasa nyeri luar biasa di bagian ini sering disalahartikan sebagai serangan jantung. Namun, dalam kenyataannya, rasa sakit ini mungkin tidak ada hubungannya dengan serangan jantung.

Jika Anda mengalami gejala serangan kardiovaskular seperti rasa sakit yang menusuk, dada seperti ditimpa benda berat, atau mengalami kelumpuhan tiba-tiba, barulah Anda bisa mengkhawatirkan kemungkinan serangan jantung. Mintalah orang di sekitar Anda untuk mengantar ke IGD.

Lalu gejala-gejala apa saja yang sering disalahartikan sebagai serangan jantung? Berikut ini kami tampilkan tujuh di antaranya, seperti dilansir dari Boldsky.

1. Dada kiri serasa terbakar

Kenaikan asam lambung yang parah kerap diartikan sebagai serangan jantung bagi yang tidak memahaminya.

Asam lambung merupakan salah satu bahaya kesehatan yang signifikan. Sebagian besar orang pernah mengalaminya. Alasan utama di balik gejala ini adalah gangguan pencernaan yang mengakibatkan dada serasa terbakar. Kadang nyeri terasa hingga ke punggung, seolah dada ditusuk benda tajam.

Serangan ini bisa diatasi dengan mengonsumsi beberapa butir antasid untuk menenangkan rasa sakit. Tidur di sisi kiri bisa membantu meringankan rasanya. Begitu juga dengan mengunyah permen karet hingga mulut menghasilkan cukup air liur untuk membersihkan asam dari kerongkongan dan meredakan mulas.

2. Nyeri akut di dada

Rasa sakit yang begitu parah di bagian dada bisa menyebabkan seseorang diangkut ke runga gawat darurat. Gejalanya hampir sama dengan sama seperti serangan jantung, termasuk enzim jantung yang menyebabkan kerusakan pada otot-otot jantung.

Namun dalam laporan ECG, sebagian besar gejala seperti ini bukan termasuk kasus penyumbatan pembuluh jantung. Meskipun ditemukan kelainan, namun sama sekali bukan serangan jantung.

Kondisi seperti ini disebut Broken Heart Syndrome, yang terjadi akibat pasien mengalami peristiwa traumatis, stres akut, penyakit parah, atau pembedahan. Satu-satunya obat untuk gejala ini adalah mengelola kecemasan dan tingkat stres.

3. Nyeri di sepanjang salah satu bagian rusuk

Pernahkah Anda merasakan sakit yang tajam di sekitar tulang rusuk Anda? Nah, tidak perlu panik karena ini bukan serangan jantung. Anda mungkin menderita herpes zoster, di mana dengan munculnya virus cacar air di dalam tubuh, rasa sakit yang parah akan menyebar di sepanjang satu sisi tulang rusuk Anda. Terkadang gejala ini juga disertai dengan ruam.

4. Nyeri yang menyebar hingga ke dada

Pankreatitis adalah peradangan pada pankreas, kelenjar datar memanjang di belakang perut. Meskipun terletak di perut kita, bagian tersebut dapat memancarkan rasa sakit hingga ke dada.

Kondisi inilah yang kerap dikira serangan jantung. Dengan diagnosis yang tepat, pankreatitis dapat diobati hingga sembuh.

5. Dada terasa sesak

Apakah Anda menderita stres kerja, depresi, atau kecemasan? Jika jawabannya adalah iya, maka Anda berisiko lebih tinggi menderita serangan kecemasan.

Seringkali orang yang mengira diri mereka mengalami serangan jantung sebenarnya hanya mengalami serangan panik. Gejala-gejala yang ditunjukkan keduanya hampir sama, antara lain palpitasi jantung, dada terasa sesak, kepala seolah melayang, dan telapak tangan berkeringat.

Jika Anda mengalami salah satu gejala di atas, langkah yang terbaik untuk dilakukan adalah berkonsultasi dengan dokter. Terutama jika serangan kepanikan tersebut berulang.

6. Nyeri saat bernapas

Tak sedikit orang yang menderita costochondritis menganggap nyeri dada sebagai serangan jantung. Dalam kasus costochondritis, ada peradangan tulang rawan di antara tulang rusuk yang menyebabkan rasa sakit di dada. Jika menarik napas dalam-dalam, rasa sakit terasa semakin parah.

Kondisi peradangan ini bisa terjadi di kedua sisi dada. Namun, hanya satu sisi yang terasa lebih sakit.

Salah satu cara untuk mendeteksi costochondritis adalah dengan mengangkat lengan Anda di atas kepala. Biasanya gerakan ini bisa membantu meringankan rasa sakitnya. Jika nyeri tidak berkurang, Anda baru bisa mencurigai keberadaan serangan jantung.

7. Nyeri dada dan ketidaknyamanan setelah makan

Apakah Anda menderita dada serasa terbakar, terutama setelah makan malam? Jika demikian, Anda mungkin menderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Ini adalah kondisi peningkatan asam ringan di mana asam lambung mengalir kembali ke esofagus yang menghubungkan lambung dan mulut.

Dalam kasus yang parah, GERD perlu diobati dengan obat atau bahkan operasi. Tetapi bagi mereka yang berada di tahap awal, perubahan gaya hidup Anda dapat mengurangi ketidaknyamanan yang disebabkan oleh GERD.

Demikian penjelasan singkat mengenai serangan jantung palsu dan arti yang sebenarnya di baliknya. Untuk penjelasan yang lebih akurat, silakan berkonsultasi dengan dokter.

Please follow and like us:

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *