Tanggapan Airlangga Giant tutup di Indonesia

Berita nasional – Langkah PT Hero Supermarket Tbk selaku pemilik Giant yang akan menutup enam gerai di kawasan Jabodetabek menuai tanggapan dari berbagai pihak. Penutupan itu dinilai menunjukkan industri ritel tanah air sedang berguguran.

Ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/6/2019), Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menilai hal itu dicermati dengan seksama. Apalagi ada potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat langkah perseroan.

“Tentu kita lihat lagi, ada beberapa program untuk mendorong lapangan pekerjaan. Kalau itu bisa didorong, maka daya beli masyarakat akan terangkat,” ujar Airlangga kepada wartawan.

Ketua Umum Partai Golongan Karya itu mengatakan penutupan gerai Giant berkaitan erat dengan industri ritel yang notabene padat karya.

“Ya tentu kita lihat pembahasan terkait industri padat karya ini supaya bisa terus berkembang. Nah itu persoalannya apa, ini sedang ditangani satu per satu,” kata Airlangga.

Ia pun mengaku sudah berkomunikasi dengan menteri-menteri terkait untuk mendorong industri padat karya. Insentif pemerintah pun sudah ada, misalnya dalam wujud tax allowance untuk industri tersebut.

Seperti diketahui, PT Hero Supermarket Tbk selaku pemilik Giant akan menutup enam gerai di kawasan Jabodetabek. Gerai-gerai yang tutup per 28 Juli 2019, yaitu Giant Express Mall Cinere Mall, Giant Express Mampang, Giant Express Pondok Timur, Giant Extra Jatimakmur, Giant Extra Mitra 10 Cibubur, dan Giant Extra Wisma Asri.

Salah seorang pegawai di Giant Extra Wisma Asri, Bekasi Utara, Jawa Barat, membenarkan ada rencana pemutusan hubungan kerja (PHK).

“PHK juga ditawarkan pesangon. Jumlahnya sesuai masa kerja. Teman-teman ada yang ditawarkan pindah ke Giant yang cukup jauh seperti di Cikeas dan SCBD juga ada,” ujar pegawai yang tak bersedia menyebutkan namanya tersebut.

Ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Senin (24/6/2019), Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengaku belum mendengar kabar itu.

“Aku belum cek. Harus cek dulu karena aku juga baru datang,” kata Hanif.

Namun, dia membenarkan laporan terkait PHK selalu ada. Laporan pun disampaikan kepada publik. Namun untuk Giant, belum ada laporan.

Lebih lanjut, Hanif mengatakan, ke depan PHK akan dipengaruhi perkembangan teknologi informasi. Namun di sisi lain, perkembangan teknologi juga melahirkan kesempatan demi kesempatan bagi para tenaga kerja di Indonesia.

“Jadi antara yang hilang dan yang tumbuh itu akan selalu muncullah. Makanya buat kita yang penting bagaimana kita mempersiapkan tenaga kerja kita di tengah perubahan sekarang ini karena kalau nggak ya tentu repot,” ujar Hanif.

“Sebenarnya orang dapat kerja dengan orang yang masuk kerja itu semacam kebiasaan, lazim terjadi. Sehingga pemerintah kan mengupayakan skill, semacam self-defense capacity. Karena kita sadar betul pekerja kita lulusan SD, SMP, pendidikan rendah, skill nggak ada kan menghadapi PHK berat,” lanjut politikus PKB itu.

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *