Harian Jabar

Soekarno Pernah Punya Pasukan Pelindung ‘Harimau’, Raja Pasukan Elit dan Lebih Ngeri dari Kopassus

Harianjabar.com – Presiden Soekarno ternyata pernah punya pasukan pelindung ‘Harimau’ disebut dengan raja pasukan elit dan lebih ngeri dari Kopassus.

– Presiden Soekarno ternyata pernah memiliki pasukan pelindung ‘harimau’ yang dijuluki sebagai raja pasukan elit.

Pasukan pelindung Soekarno tersebut bahkan lebih disebut lebih mengerikan dibandingkan dengan Kopassus.

Indonesia memiliki pasukan khusus atau elit dari tiga matra seperti TNI AL, AD dan AU.

Dari ketiga matra tersebut semuanya memiliki pasukan yang handal dan siap diturunkan kapan saja sesuai dengan perintah dari Presiden.

Pasukan yang siap diturunkan kapan saja tersebut merupakan pasukan terbaik yang dimiliki oleh Indonesia.

Namun ternyata, dibandingkan dengan mereka masih ada pasukan lagi yang bahkan lebih mengerikan.

Dilansir oleh TribunJambi.com, pasukan tersebut disebut sebagai Pasukan Detasemen Harimau (Den Harin).

Meski demikian, kebenaran dari pasukan itu masih belum bisa dipastikan.

Namun, diyakini bahwa pasukan khusus yang bernama Detasemen Harimau (Den Harin) ini merupakan rajanya pasukan elit Indonesia.

Terbentuknya pasukan ini ternyata sejak zaman pemerintahan Soekarno.

Kala itu, Belanda ingin kembali merebut kekuasaan yang telah diambil Indonesia setelah menyatakan kemerdekaannya melalui proklamasi yang dinyatakan Soekarno.

Proklamasi kemerdekaan Indonesia yang dibacakan oleh Soekarno-Hatta pada 17 Agustus 1945 ternyata tidak diketahu secara merata.

Khususnya oleh rakyat Sulawesi Selatan karena masih jarang yang memiliki radio.

Oleh karena itu pasukan NICA dan KNIL yang sudah dibebaskan oleh pasukan Jepang dari tahanan memanfaatkan situasi minimnya informasi di Sulawesi Selatan itu untuk mengambil alih kekuasaan.

Pasukan NICA dan KNIl yang dengan cepat melakukan konsolidasi itu langsung memiliki pengaruh karena didukung persenjataan hasil rampasan dari pasukan Jepang yang sudah menyerah kepada Sekutu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *