Di Jepang, Tabrak Orang Sama Saja Pembunuhan Berencana

Senin,6 November 2017 WIB   /   0 Comment



Harianjabar.com - Nasional,Mau lihat keteraturan ditegakkan? Datanglah ke Jepang. Salah satu negara maju di dunia ini punya aturan yang sangat dijunjung tinggi warganya. Tak terkecuali kehidupan berlalu lintas.

"Di sini, setiap orang boleh mabuk (minum alkohol)," ujar Ping Tjuan Suharna, warga Indonesia yang telah menetap di Jepang selama 22 tahun. Tapi perlu diingat tambahnya, "Mereka bukan alkoholik. Mereka minum alkohol untuk bersosialisasi."

Terlepas dari itu memang ada larangan keras bagi mereka yang mengkonsumsi minuman keras seperti sake. "Mereka tidak boleh mengemudikan kendaraan," kata tour leader dalam Toyota Media Tour 2017 akhir bulan lalu, ditulis Minggu (5/11).

Ada aturan yang jelas, if you wanna drink don't drive and if you wanna drive don't drink. Makanya bila suatu saat warga Jepang ingin bersosialisasi bersama rekan atau temannya, mereka tidak akan membawa mobil apalagi motor. Uniknya, ketika mereka mabuk berat ada orang yang akan mengantarkannya pulang. "Tinggal pergi (diantar teman) ke kantor polisi dan katakan mabuk. Polisi akan mengantar pulang. Gratis," tambah Ping.

Kondisi ini akan lebih baik ketimbang pulang dengan kendaraan umum yang bisa mengganggu penumpang lain. Urusan bisa beda. Begitu juga dengan mengemudikan mobil sendiri, bisa fatal akibatnya.

Satu yang sangat dihindari warga Jepang saat mengemudi, menabrak orang. Hukumannya sangat berat, apalagi bila ketahuan dalam kondisi tidak sadarkan diri akibat pengaruh alkohol. "Bisa dianggap sebagai pembunuhan berencana," jelas Ping yang sudah tinggal di Jepang sejak masa kuliah. Bila korban tabrak meninggal, penabrak bisa dipenjara seumur hidup. Kalau cacat, setidaknya 15 tahun kamar di hotel prodo siap menemani.





Komentar