Dari Tupai, Ilmuwan Pelajari Cara Cegah Kerusakan Otak Saat Stroke

Selasa,21 November 2017 WIB   /   0 Comment



Harianjabar.com - Sains Siapa sangka, penelitian terbaru mengungkapkan bahwa tupai memiliki kunci yang dapat ditiru agar pasien stroke terhindar dari kerusakan otak.

Dilansir dari Kompas.com Periset asal AS menemukan bahwa saat tupai berhibernasi, proses proteksi terjadi pada sel tupai yang memungkinkan otak mereka mengurangi aliran darah dan oksigen. Saat mereka terbangun, tupai tidak kekurangan nutrisi penting.

Pada pasien yang mengalami stroke iskemik (stroke yang disebabkan karena cabang pembuluh darah di otak mengalami penyumbatan karena kolesterol dan radikal bebas, red), darah yang membawa gula dan oksigen terputus di otak. Akibatnya, penderita stroke bisa kesulitan bicara hingga lumpuh.

Dilansir dari laman Telegraph, Senin, (20/11/2017), ilmuwan dari National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS) meyakini bahwa menciptakan obat yang dapat memicu perubahan sel seperti tupai saat berhibernasi juga dapat mencegah kerusakan otak.

Pada saat ini, satu-satunya cara untuk meminimalkan kematian sel akibat stroke adalah dengan mengeluarkan gumpalan sesegera mungkin.

Oleh sebab itu, para peneliti percaya jika ada pengobatan yang dapat membantu otak bertahan tanpa darah dan oksigen, efeknya untuk pasien akan sangat bagus.

Peneliti menemukan bahwa proses SUMOlyation pada tupai yang berhibernasi dapat melindungi sel dalam otak mereka. Menurut temuan mereka, hal itu bisa terjadi karena adanya enzim ebselen.

Uji coba pada hewan menunjukkan bahwa saat enzim ebbselen disuntikkan ke sel otak, hewan-hewan itu tetap akan hidup meski kehilangan darah dan oksigen.

Komentar