Gas Membeku Jadi Penyebab Elpiji 3 Kg di Bogor Langka

Rabu,6 Desember 2017 WIB   /   0 Comment



Harianjabar.com, Jabar - Operasi Pasar (OP) gas elpiji 3 kilogram yang digelar Pertamina dalam dua hari terakhir ini belum merata. Warga di wilayah Kota/Kabupaten Bogor masih ada yang kesulitan mendapatkan gas subsidi ini.

"Di sini dari kemarin belum ada operasi pasar. Masa kami harus nyamperin ke wilayah lain yang jaraknya cukup jauh?" kata Ian Sopian, warga Kelurahan Pamoyanan, Bogor Selatan, Kota Bogor, Selasa (5/12/2017).

Keluhan senada juga diutarakan Fitriani. Warga Kelurahan Cimahpar, Bogor Utara, Kota Bogor itu mengungkapkan sejumlah warganya terpaksa ikut mengantre di wilayah lain untuk mendapat tabung gas elpiji 3 kg dalam operasi pasar yang digelar Pertamina.

"Mau gimana lagi di warung sampai agen pada habis. Ya jauh juga dikejar, dari pada enggak bisa masak," ucap Fitriani.

Sebelumnya, diakui Fitriani, rata-rata warga berkeliling kampung bahkan sampai ke kecamatan lain, tetapi tidak menemukam satu pun warung maupun agen yang menjual gas.

Ketua Hiswana Migas wilayah Bogor, Bahriun mengatakan, operasi pasar akan dilakukan secara bertahap dan menyasar hingga seluruh wilayah Bogor.

"Nanti ke wilayah lainnya juga. Dua hari ini sudah disebar di 20 titik kota dan kabupaten Bogor," kata Bahriun saat memantau operasi pasar gas elpiji 3 kg di Kelurahan Kebon Kalapa, Bogor Tengah, Kota Bogor.

Menurutnya, dalam operasi pasar ini sebagiannya menggunakan gas melon untuk jatah agen-agen di Bogor.

"Dua hari ini dicoba dulu pakai jatah agen. Kalau sudah normal baru seluruhnya dipasok lagi ke agen-agen," ungkap Bahriun.

Bahriun menuturkan, kelangkaan gas elpiji 3 kg di Bogor sudah terjadi dalam satu pekan terakhir. Menurutnya, pasokan terganggu karena beberapa faktor antara lain, cuaca buruk sehingga menyebabkan gas membeku, libur panjang, dan banyaknya permintaan seperti digunakan untuk pesta perkawinan.

"Karena cuaca buruk jadi gasnya membeku," ujar Bahriun diamini Wali Kota Bogor, Bima Arya dan Kepala Disperindag, Achsin Prastyo.

Komentar