Kesehatan

Makan Banyak Saat Depresi? Ternyata, Ini Hubungannya

harianjabar.com-mungkin menjadi satu hal yang langsung terlintas dalam pikiran Anda ketika mengalami depresi. Gejala depresi biasanya dikomunikasikan oleh tubuh dengan beberapa hal yang terasa akrab, seperti lesu, sulit fokus, dan mudah merasa cemas.

Dilansir dari yourtango.com, Senin (19/2/2018), depresi dalam kondisi medis sendiri diartikan sebagai suasana hati yang berbeda setelah mengalami kejadian yang tidak menyenangkan. Depresi juga membuat Anda mengalami beberapa perubahan, seperti otak, hormon, traumatis, dan nutrisi yang berhubungan dengan kebiasaan makan.

 Kesalahan nutrisi saat depresi membuat Anda mengonsumsi makanan yang tidak sehat, tidak cukup air, dan menyebabkan ketidakseimbangan biokimia. Pertanyaannya, siapa yang paling rentan terkena depresi dan makan berlebihan?

Hubungan antara makan dan depresi

Jawabannya, kaum wanita mengalami depresi jauh lebih banyak daripada pria. Secara alami, wanita menghasilkan serotonin lebih sedikit daripada pria.

Serotonin adalah bahan kimia dalam tubuh yang disebut sebagai hormon kebahagiaan, berkaitan dengan perasaan bahagia. Hormon ini juga berkaitan erat dengan dua hormon lainnya, yaitu progesteron dan estrogen.

Hubungan antara makan dan depresi

Lantas, apa hubungan antara makan banyak dan depresi? Ternyata, serotonin hanya 10% yang diproduksi di otak, selebihnya disintesis oleh berbagai sel di saluran cerna, membuat makanan tertentu memberi suasana hati yang berbeda.

Jika Anda sedang mengalami depresi, sebaiknya hindari beberapa makanan, seperti gula halus, pemanis buatan, trans lemak, alkohol, kafein, makanan yang dimodifikasi secara genetik, dan antibiotik. Jangan khawatir, Anda masih diperbolehkan mengonsumsi makanan lainnya saat depresi, seperti bakteri baik, vitamin atau mineral kompleks, cokelat, dan lemak omega 3.

Dilansir dari liputan6.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *