Tekno

Dijual Mahal, iPhone di Indonesia Tergerus Ponsel China

harianjabar.com-Ponsel pintar iPhone besutan Apple memang menarik untuk dipinang, tapi harganya berada di luar jangkauan sebagian besar konsumen di negara-negara berkembang di Asia, termasuk Indonesia.

Harga jual rata-rata smartpone di India dan Indonesia, misalnya, hanya berada di kisaran 200 dollar AS. Angka itu jauh lebih rendah dibandingkan harga iPhone termurah sekalipun, apalagi flagship iPhone X yang dihargai mulai 1.000 dollar AS.

Di sisi lain, para pabrikan China makin giat menelurkan smartphone Android dengan harga relatif terjangkau, tapi fiturnya makin lama makin bersaing dengan ponsel high-end berharga lebih tinggi.

Hardware bertenaga dan bodi berbahan logam, misalnya, kini tak lagi dimonopoli smartphone mahal. Beberapa fitur yang lumrah hadir di smartphone China, seperti kemampuan mempercantik selfie, malah tak dimiliki oleh iPhone.

“Orang sekarang tak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli perangkat top end,” sebut analis IDC di Singapura, Kiranjeet Kaur.

Pangsa asar turun di Indonesia

Dengan harga lebih murah, ditambah pemasaran gencar, ponsel-ponsel China pun mulai naik daun di Asia. Sebaliknya, ponsel Apple kian tergerus. Pangsa pasar iPhone belakangan mencatat penurunan.

Hari (50) menjadi pembeli perdana iPhone X di gerai iBox Central Park Jakarta, Jumat (22/12/2017).(Fatimah Kartini Bohang/KOMPAS.com)
Hari (50) menjadi pembeli perdana iPhone X di gerai iBox Central Park Jakarta, Jumat (22/12/2017).

Di Indonesia, pasar smartphone terbesar di Asia Tenggara dengan 260 juta penduduk, pangsa pasar Apple menurut firma riset pasar Canalys saat ini menyusut hingga tinggal 1 persen, dari 3 persen yang tercatat pada 2013,

iPhone juga mengalami nasib yang sama di China. Di negara pasar smartphone terbesar di dunia itu, pangsa pasar iPhone melorot dari 15 persen pada 2015, hingga menjadi sekitar 8 persen tahun lalu.

Sementara itu, di India, pasar smartphone terbesar kedua setelah China, perolehan pangsa pasar iPhone mandek di angka dua persen sejak 2013 lalu.

Grafik iPhone juga melandai di negara-negara lain seperti Malaysia, Vietnam, Filipina, dan Thailand, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Wall Street Journal, Selasa (20/2/2018).

Sesuai Kondisi Lokal

Selagi iPhone terpuruk, Xiaomi terus menanjak. Pada kuartal ketiga 2017 di Indonesia, pabrikan yang sering disebut sebagai “Apple dari China” itu sudah masuk urutan lima besar pabrikan smartphone dunia.

Di India, Canalys mengatakan Xiaomi sudah duduk di urutan teratas dengan pangsa pasar sebesar 27 persen, melewati Samsung di posisi kedua dengan pangsa pasar 25 persen.

Product manager Xiaomi India, Jai Mani mengatakan, salah satu rahasia keberhasilan Xiaomi di India adalah produk-produk yang bisa disesuaikan dengan kondisi lokal setempat. Sementara, Apple membuat produk yang sama untuk semua orang.

Di India misalnya, Xiaomi khusus membuat adapter yang bisa menangani fluktuasi listrik di negara itu. Lalu diterapkan juga tweaking perangkat lunak. Ini dilakukan untuk menyaring pesan teks berisi spam, yang banyak menghinggapi para pengguna gadget di India.

Oppo F5 Dashing Blue(Fatimah Kartini Bohang/Kompas.com)
Oppo F5 Dashing Blue

Di Indonesia, Oppo dan Vivo berlomba-lomba mengedepankan kemampuan selfie. Pesan promosi dari kedua pabrikan yang sama-sama bernaung di bawah BBK Electronics tersebut banyak bertebaran di segala tempat.

Strategi Oppo dan Vivo rupanya efektif. Bersama Xiaomi, keduanya berhasil masuk ke lima besar pabrikan smartphone di Indonesia, pada kuartal III 2017 lalu, menurut data firma riset pasar IDC.

Sementara itu, meski penjualannya tercatat mengalami penurunan, harga mahal iPhone justru sukses mendongkrak pendapatan Apple sebesar 13 persen, menurut laporan keuangan kuartal pertama tahun fiskal 2018.

Harga jual rata-rata iPhone saat ini lebih tinggi 40 dollar AS dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dilansir dari today.line.me

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *