Lifestyle

Kepribadian Dilihat dari Pilihan Mendengar Berita Baik atau Buruk

Kepribadian ternyata juga bisa dilihat dari pilihan pertama Anda untuk mendengar berita baik atau buruk terlebih dahulu. Ketika diminta untuk memilih terlebih dahulu di antara dua hal tersebut, mana yang Anda utamakan?

Banyak hal akan membawa berita baik dan buruk bagi Anda. Hal ini pernah dibahas di dalam makalah tentang Personality and Social Psychology Bulletin yang dibuat oleh Angela Legg dan Kate Sweeny, seperti dilansir dari yourtango.com, Selasa (3/4/2018).

Di awal studi, satu kelompok peserta diminta untuk memilih terlebih dahulu antara berita baik dan buruk tanpa diberitahu bahwa pilihan tersebut berkaitan dengan kepribadian mereka. Kelompok lainnya diminta memilih dengan penjelasan terkait kepribadian terlebih dahulu.

Ngumpul Bersama Teman

Sebanyak 78% peserta ingin mendengar berita buruk terlebih dahulu, karena mereka merasa lebih baik mendengarkan berita buruk yang diakhiri dengan sesuatu yang baik. Bagi orang yang menyampaikan berita, mereka terbagi dalam dua kelompok.

Penyampai berita yang berfokus pada apa yang ingin didengar oleh si penerima akan memberikan berita buruk terlebih dahulu. Sedangkan penyampai berita dengan kepribadian yang berfokus pada perasaan mereka sendiri akan cenderung memberikan kabar baik terlebih dahulu.

Pada studi berikutnya, peserta yang ditugaskan menyampaikan berita akan cenderung menyampaikan berita buruk terlebih dahulu karena diminta untuk membayangkan perasaan si penerima berita. Hal yang berbeda terjadi pada para peserta penyampai berita yang tidak diberi instruksi khusus sebelumnya.

Ngumpul Bersama Teman

Hasilnya, para peserta yang mendapat berita buruk di awal cenderung merasa kurang khawatir secara keseluruhan daripada peserta yang mendapat berita baik di awal. Namun, para peserta yang mendapat berita buruk di awal merasa tidak tertarik untuk mengubah perilaku mereka atau tidak merasa termotivasi.

Sedangkan ketika Anda lebih memilih untuk mendengar berita baik terlebih dahulu, ini karena akan mempengaruhi suasan hati. Sayangnya, kemudian Anda merasa gelisah yang memotivasi.

Motivasi inilah yang pada akhirnya akan membuat perubahan pada perilaku Anda. Jadi, bagaimana kepribadian Anda?

op

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *