Kesehatan

Soal Terapi Cuci Otak, Dokter Terawan: Sudah Uji Ilmiah

Dokter Terawan Agus Putranto Sp.Rad menampik terapi cuci otak dengan Digital Subtracion Angiography (DSA) yang selama ini dilakukannya belum teruji ilmiah. Terapi cuci otak tersebut sudah melewati disertasi di Universitas Hasanuddin Sulawesi Selatan, bersama lima orang lainnya.

“Uji secara ilmiah sudah dilakukan melalui disertasi di universitas terpandang. Menurut saya itu harus dihargai,” kata Dokter Terawan dalam konferensi pers terkait viral surat pemecatan dirinya dari Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) PB IDI di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Lewat disertasi itu, pria kelahiran Yogyakarta, 5 Agustus 1964 ini meraih gelar Doktor.

Tak cuma gelar, disertasi tersebut sudah masuk dalam 12 jurnal internasional. Namun, dia enggan berkomentar tentang pihak yang menilai jurnal tersebut.

“Soal menilai bagaimana jurnal itu, itu adalah persepsi,” kata Dokter Terawan.

Dalam kesempatan tersebut, Komisi I DPR RI hadir memberikan dukungan morel untuk Dokter Terawan. Termasuk di antaranya hadir Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyahri, dan anggota Dave Laksono.

“Kami dari Komisi I, intinya memberikan support secara moril (ed: morel) kepada RSPAD dan kepada Dokter Terawan,” tegas Abdul.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu berharap polemik terkait Dokter Terawan segera reda dan bisa kembali praktik seperti biasa.

Sebelumnya, MKEK PB IDI dalam surat yang viral di masyarakat menjatuhkan sanksi pemecatan sementara terhadap dokter Terawan. Dalam keputusan tersebut, MKEK menilai dokter Terawan telah melakukan pelanggaran kode etik berat.

op

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *