Berita olahraga – Mendapatkan target juara umum pada Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) Jawa Barat 2022, National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Bandung justru mendapatkan perlakuan diskriminasi oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung.

Ketua umum NPCI Kota Bandung Adik Fachroji mengatakan diskriminasi itu terjadi usai anggaran prestasi mereka untuk 2021 dibedakan dari mereka yang normal.

“Saya mengerti bahwa saat ini pendapatan daerah Kota Bandung turun akibat terdampak dari pandemi Covid-19. Tapi kami tetap ditargetkan untuk juara umum pada Peparda Jabar 2022 dengan kondisi anggaran pembinaan yang tidak layak,” ucap Adik seusai diterima audiensi dengan Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan di Gedung DPRD, Jalan Sukabumi, Kota Bandung, Senin 3 Agustus 2020 sore.

Adik mengatakan, dari pengajuan Rp13 Milliar tim verifikasi dari Dispora Kota Bandung hanya menyetujui Rp2,7 Miliar. Hal ini sangat berbeda jauh dengan anggaran yang diberikan Dispora kepada KONI Kota Bandung sebagai induk olahraga prestasi kalangan normal.

“Jika memang terdampak Covid-19, baik KONI maupun NPCI yang sama-sama membina olahraga prestasi seharusnya mengalami penurunan yang sama. Tapi yang dialami NPCI Kota Bandung justru anggarannya sangat tidak memadai. Jadi kami berpikir ada perlakuan diskriminatif bagi para disabilitas dari Dispora Kota Bandung,” tuturnya.

Untuk itu, Adik dan para pengurus NPCI Kota Bandung lalu menggelar audiensi ke DPRD Kota Bandung dan diterima oleh Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan. Dalam pertemuan itu Teddy berjanji akan memperjuangkan anggaran pembinaan NPCI Kota Bandung.

“Alhamdulillah kami diterima dengan baik oleh Pak Teddy. Ini menunjukkan komitmen serius dan semangat yang sama agar NPCI Kota Bandung mendapatkan anggaran layak sehingga bisa mewujudkan Kota Bandung juara,” ujarnya.

Adik menambahkan, setelah audiensi dengan Ketua DPRD, pada Rabu 5 Agustus 2020 NPCI Kota Bandung akan mengikuti rapat kerja Komisi D DPRD Kota Bandung dengan Dispora Kota Bandung. Disana, kata Adik, baik lembaga eksekutif maupun legislatif akan bersama-sama membahas perihal persoalan anggaran pembinaan NPCI Kota Bandung.

“Semoga saja kegiatan rapat kerja Komisi D dengan Dispora Kota Bandung dan NPCI Kota Bandung mampu membuahkan hasil baik untuk kami. Ini semua demi prestasi dan persamaan hak atlet disabilitas Kota Bandung,” kata Adik.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan siap memperjuangkan hak NPCI Kota Bandung. Menurut dia, pihaknya langsung mengagendakan raker Komisi D dengan Dispora Koa Bandung.

“Kita akan terus mengawal NPCI untuk terus mengobarkan semangat prestasi olahraha. Kami akan mencari solusi terbaik bagi NPCI Kota Bandung,” ucap Tedy.

Dia menambahkan, NPCI Kota Bandung harusnya mendapatkan hak yang sama dalam hal pembinaan olahraga prestasi. Menurut dia, jangan sampai muncul persepsi bahwa atlet disabilitas mendapatkan perlakuan berbeda dengan lainnya.***

admin harianjabar

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat