July 24, 2021

Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Soal Belajar Tatap Muka, Nadiem Makarim: Tidak Ada Kegiatan Kantin, Berkumpul, dan Ekstrakurikuler

2 min read

Info Jawa barat – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Makarim akhirnya menjelaskan terkait pembelajaran tatap muka yang bisa dilakukan pada zona kuning dan zona hijau di Indonesia pada Sabtu, 8 Agustus 2020.

Menurutnya, pihak sekolah harus menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat jika ingin menggelar pembelajaran tatap muka lagi.

Salah satu protokol yang diminta Nadiem adalah, sekolah hanya memperbolehkan rombongan belajar (rombel) maksimal 50 persen dari kapasitas sehingga harus melakukan rotasi atau shifting.

“Tidak ada lagi kegiatan kantin, berkumpul, ekstrakurikuler, yang akan ada yang risiko interaksi antara masing-masing rombel,” ujar Nadiem, dalam YouTube Kemendikbud RI pada Sabtu, 8 Agustus 2020.

Menurut penjelasan Nadiem, para siswa hanya diperbolehkan untuk bersekolah dan langsung pulang ketika pembelajaran selesai. Selain itu, siswa juga diwajibkan memakai masker dan mengikuti protokol kesehatan lainnya.

Mendikbud Nadiem juga mengatakan, pembelajaran tatap muka tidak bisa dimulai jika tidak ada persetujuan dari orang tua siswa melalui komite sekolah.

“Bahkan kalau sekolah itu mau melakukan tatap muka dan sudah akan membuka masing-masing orang tua anak boleh tidak memperkenankan anaknya masuk ke dalam sekolah kalau mereka belum nyaman,” tambahnya.

Sehingga, para siswa diperbolehkan melanjutkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) jika orangtuanya tak mengizinkan anaknya masuk sekolah.  

Mendikbud Nadiem mengatakan, 88 persen daerah 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal), yang tertinggal untuk melakukan PJJ ada di kawasan zona kuning dan hijau.

Sehingga, banyak daerah 3T yang dapat kembali melakukan pembelajaran tatap muka, agar siswa tidak tertinggal dari sisi pembelajaran.

“Saya sebagai Menteri dan orang tua hanya ingin mengingatakan bahwa relaksasi zona kuning dan hijau itu semua kuncinya keputusan ada di orang tua,” jelasnya.

“Bahwa protokol kesehatan pada saat tatap muka itu sangat berbeda dari pra pandemi dengan rotasi atau shifting,” tambahnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat