Berita teknologi – Samsung tengah mengembangkan teknologi inkjet printing OLED. Namun sayangnya, menurut sebuah laporan, dua orang peneliti Samsung kabarnya telah membocorkan teknologi itu ke perusahaan China.

Menurut laporan media setempat, polisi telah menangkap dua peneliti Samsung dengan tuduhan membocorkan teknologi tersebut ke perusahaan China.

Dilansir dari laman Gizmochina, Rabu (12/8/2020), gara-gara kebocoran teknologi ini, Samsung diduga mengalami kerugian jutaan dolar

Polisi tak mengungkap identitas karyawan yang ditahan. Namun menurut informasi dari polisi masing-masing peneliti yang terlibat adalah Senior Researcher di Samsung yang berusia 46 dan 37 tahun.

Sementara itu, Samsung dilaporkan telah berinvestasi lebih dari 10 miliar Won atau setara USD 8,5 juta (sekitar Rp 125,2 miliar). Investasi itu untuk penelitian dan pengembangan teknologi inkjet printing dalam waktu 3 tahun terakhir.

Analis mengklaim, teknologi yang dicuri ini bisa mengurangi 20 persen biaya produksi TV layar OLED 4K berukuran 65 inci.

Mengenai penggunaan teknologinya, Samsung Display, diperkirakan akan mulai menggunakan teknologi cetak inkjet ini untuk lini produksi OLED mulai Oktober tahun ini

Jika semuanya berjalan sesuai rencana untuk Samsung, maka Samsung akan menjadi perusahaan pertama di dunia yang menggunakan teknologi ini. Selain China, perusahaan dari Jepang dan Taiwan juga bereksperimen dengan teknologi serupa.

admin harianjabar

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat