Berita UMKM Jabar – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jabar menargetkan sekitar dua juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jabar mendapatkan bantuan tunai sebesar Rp 2,4 juta dari pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM (Kemkop UKM).

Bantuan tersebut diberikan agar pelaku UMKM dapat kembali berproduksi usai terpukul pandemi Covid-19.

“Kami menargetkan minimal dua juta UMKM di Jabar dapat menerima bantuan. Berdasarkan data dari pusat, hampir sekitar 2,1 juta UMKM sudah mendaftar. Kebanyakan UMKM tersebut diajukan dari mitra PNM (Permodalan Nasional Madani) dan perbankan,” kata Kepala Dinas KUK Provinsi Jabar Kusmana Hartadji, dalam siaran persnya, Senin 17 Agustus 2020.

Kusmana melaporkan, pihaknya bersama dinas yang menaungi UMKM di kabupaten/kota sudah mengajukan sekitar 300.000 UMKM kepada pemerintah pusat. Proses pengajuan akan terus berlangsung sampai minggu kedua September mendatang, baik melalui Dinas KUK Jabar, PNM, perbankan, maupun koperasi.

Ia menyebutkan ada sejumlah persyaratan yang mesti dipenuhi pelaku UMKM. Pertama adalah Nomor Induk Kependudukan (NIK). Kemudian, pelaku UMKM harus melampirkan bidang usaha, foto usaha, dan Surat Keterangan Usaha dari desa/kelurahan. Selain itu, pelaku UMKM tidak sedang menerima kredit atau pembiayaan dari perbankan, dan saldo tabungan dalam rekening tidak lebih dari Rp 2 juta.

“Nanti akan ada validasi dan verifikasi dari pemerintah pusat. Data yang kita kirim akan divalidasi oleh sistem. Salah satunya melalui SIKP (Sistem Informasi Kredit Program),” ucapnya.

Dikatakan, sampai saat ini, sebanyak 47.605 pelaku UKM dari Kabupaten Bekasi sudah ditandatangani (akan mendapatkan bantuan). Itu usaha mikro binaan PNM karena datanya lebih awal masuk.

Kusmana mengatakan, selain mendorong pelaku UMKM untuk menyerap bantuan tunai dari pemerintah pusat, pihaknya turut mendampingi pelaku UMKM agar dapat mengakses perbankan.

“Sekarang perbankan punya alokasi anggaran untuk kredit. Kita sedang menghubungkan UMKM kita dengan perbankan,” katanya.

Sebelumnya, Pemda Provinsi Jabar melalui Dinas KUK Jabar membeli 10 juta masker produk UMKM untuk membantu para pelaku UMKM kembali berproduksi setelah dihantam krisis akibat Covid-19.

Pembelian masker UMKM ini dibagi dua tahap. Tahap pertama masker yang dibeli sebanyak 2 juta masker dari 200 UMKM. Tahap kedua, Pemda Provinsi Jabar akan memesan 8 juta masker dari sekitar 400-500 UMKM.***

admin harianjabar

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat