Harianjabar.com – Dita Agusta adalah pemilik Rumah Kucing Parung di wilayah Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Rumah Kucing Parung merupakan tempat penampungan hewan yang dibangun Dita Agusta lima tahun lalu dan rumah seluas 644 meter persegi itu merupakan tempat tinggal Dita bersama suami dan tiga buah hatinya.Namun, mereka rela berbagi ruang dengan kucing-kucing yang ditampung dari jalanan maupun dari rumahan.

Dari total 644 meters persegi, luas hunian Dita dan keluarganya hanya mencapai 80 meter persegi. Sisanya digunakan untuk menampung kucing-kucing liar di jalan maupun kucing rumahan dari orang lain.
Menurut Dita, tak jarang ada orang yang menyerahkan kucingnya karena pindah rumah dan ada penilakan dari anggota keluarga di dalam rumah itu.

Beberapa di antaranya, ada yang menderita sakit mata sehingga harus menjalani operasi, ada pula yang mengalami luka dan infeksi di bagian tubuh lain.

Biasanya, butuh dua minggu bagi kucing-kucing baru ini untuk menyesuaikan diri dengan kondisi di tempat penampungan itu.

“Sebelum pandemi, 80 persen kucing yang diselamatkan berasal dari jalanan. Kini, bisa dibilang 50 (persen liar), 50 (persen kucing rumahan), kata dia.

Serambi depan Rumah Kucing Parung disediakan untuk pendatang baru yang membutuhkan penanganan dan perhatian khusus.

Biasanya, butuh dua minggu bagi kucing-kucing baru ini untuk menyesuaikan diri dengan kondisi di tempat penampungan itu.

Dia mengatakan kalau sebagian besar dari mereka akan lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kandang.

Setelah merasa nyaman dengan lingkungan baru, kucing-kucing baru itu akan dipindahkan untuk merasakan bagaimana hidup bersama ratusan ekor kucing lainnya.

Mereka hidup bersama di halaman semi tertutup dengan kanopi yang memanjang untuk perlindungan terhadap paparan sinar matahari dan mencegah kucing kabur dari sana.

Untuk beberapa ekor yang memerlukan penanganan khusus dan pengacau tidak ditempatkan di sana.

Dita punya enam keryawan yang bekerja di Rumah Kucing Parung untuk merawat hewan-hewan lucu ini.

Kendati kini menampung kucing, Dita mengaku ia awalnya bukanlah pecinta kucing. Semua bermula dari sang suami yang menyelamatkan kucing di masjid.
Kucing yang diadopsi itu kemudian menjadi peliharaan keluarga bersama dengan kelinci dan beberapa burung milik mereka.

“Cinta saya pada kucing mulai tumbuh. Saya rasa kucing liar memerlukan perhatian dan kasih sayang. Mereka adalah yang paling membutuhkan bantuan saya,” tutur Dita.

Sumber : pikiranrakyat.com (https://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/pr-011059785/rela-rumahnya-dihuni-lebih-dari-300-kucing-warga-parung-bogor-jadi-sorotan-dunia?page=3)

admin harianjabar

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat