Harianjabar.com – Melahirkan pengusaha di masa Pandemi Covid-19 seperti ini bukan hal mudah, meski begitu Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bekerjasama dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bogor kembali menggelar batch ke-2 Youthpreneur.

Di batch ke-2 Youthpreneur ini, dari sekitar 100 peserta yang mendaftar, hanya 30 peserta yang berhasil sampai di tahap final Youthpreneur, Kamis (07/01/20). Di tahap final ini, 30 peserta yang sudah dibentuk kelompok ini memaparkan proposal bisnisnya.

“Ini pelatihan yang luar biasa karena tidak menggunakan APBD, melainkan dengan bantuan HIPMI hingga bisa terlaksana sampai di angkatan ke-2,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah.

Syarifah mengatakan, menjalankan bisnis di masa Pandemi Covid-19 akan dua kali lipat lebih sulit dibandingkan sebelum Pandemi. Tak ayal, ia berharap para peserta Youthpreneur bisa mempraktekkan ilmu yang telah didapat di pelatihan ini dengan sebaik-baiknya. Apalagi mereka dilatih langsung pengusaha yang kaya akan pengalaman dalam membangun bisnisnya.

“Dari pelatihan Youthpreneur ini kami harapkan bisa menumbuhkan motivasi, semangat, dan dapat membaca peluang bisnis, sehingga bisa mencetak pengusaha-pengusaha muda yang tangguh dan pantang menyerah,” jelasnya.

Ia meminta agar usai Youthpreneur selesai dibuat komunitas agar bisa saling berkomunikasi, tukar pikiran dan bersama-sama menghadapi berbagai persoalan. Mengingat di Youthpreneur ini peserta hanya baru membuat proposal bisnisnya belum kepada praktek langsung.

“Dan mudah-mudahan HIPMI masih bersedia jadi pelatihnya pada saat mereka sudah terjun membangun bisnis,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Ketua HIPMI Akademik Kota Bogor, Muhammad Alfarissy mengatakan, melalui kegiatan Youthpreneur ini bisa menumbuhkan dan menciptakan entrepreneur muda baru yang bukan hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

“Kami menargetkan pengusaha di Kota Bogor bisa mencapai tiga persen dari jumlah penduduk Kota Bogor atau naik sekitar dua persen agar Kota Bogor bisa menjadi kota yang maju,” jelasnya.

Ia menerangkan, dari sekitar 100 orang yang mendaftar hanya 30 orang ini yang bertahan sampai akhir. Hal ini menurutnya, bagian dari seleksi alam yang mana menjadi pengusaha balik kepada diri masing-masing. Dia pun memastikan tidak akan melepas peserta usai Youthpreneur selesai. Melainkan akan terus memberikan konsultasi dan pendampingan.

“Di Youthpreneur batch ke-1 ada sekitar 30 orang dari 100 peserta yang menjadi pengusaha,” sebutnya.

Sementara itu, Salah Satu Peserta Youthpreneur, Satrio Wicaksono mengatakan, lewat pelatihan Youthpreneur ini ia mendapatkan banyak ilmu karena para pengajar merupakan praktisi yang kompeten di bidangnya dan juga mempunyai banyak teman baru.

Sebagai mahasiswa jurusan Manajemen Informatika, ia bersama satu temannya membuat proposal bisnis berupa aplikasi yang menjadi wadah penjualan dan pariwisata.

Diakuinya, ide ini merupakan pengembangan dari website yang ia buat di ajang lomba Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

“Website ini terpilih jadi pemenang dan disini saya kembangkan jadi aplikasi. Saya harap dari program ini tercipta lapangan kerja baru, pengusaha baru yang bisa memajukan Kota Bogor,” pungkasnya.

Sumber : bogorchannel.id (https://bogorchannel.id/news/bogor-raya/dispora-hipmi-lahirkan-para-pengusaha-muda-lewat-youthpreneur/)

admin harianjabar

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat