October 24, 2021

Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Puncak Musim Hujan, Ini Daerah Rawan Longsor di Selatan Banten

2 min read

Harianjabar.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrim pada 19-25 Januari termasuk di Banten. Cuaca ekstrim tersebut berpotensi menimbulkan bencana mulai dari banjir, banjir bandang hingga longsor.
“Perlu diwaspadai potensi bencana banjir yang kemungkinan bisa terjadi dalam waktu dekat,” kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Lebak, Rabu (20/1/2021).

Dalam keterangan disebutkan bahwa potensi tersebut adalah bentuk mitigasi dan kewaspadaan terhadap potensi bencana mulai dari banjir, longsor dan banjir bandang.Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak sendiri telah memetakan beberapa daerah yang dinilai punya potensi bencana. Kepala BPBD Lebak Febby Rezki Pratama mengatakan pihaknya telah memetakan dan melakukan kesiapsiagaan potensi bencana Lebak yang memiliki nilai kerawanan tinggi.

“Lebak berdasarkan indeks menempati peringkat kedua di Banten untuk rawan bencana dengan kelas kerawanan tinggi,” kata Febby terpisah.Untuk peta rawan longsor di daerahnya ada 14 kecamatan berada di posisi rawan sedang dan tinggi. Ada 321 ribu lebih penduduk yang tinggal di daerah-daerah tersebut.

Jika berbasis data kecamatan dan desa, daerah yang rawan adalah Kecamatan Sobang di desa Cirompang, Hariang, Sinarjaya dan Sobang. Kecamatan Lebakgedong di Ciladaeun, Lebaksangka, dan Lebakgedong. Kecamatan Cigemblong di Mugijaya, Cikate, Cikaret, Wangunjaya.

Kemudian Kecamatan Bojongmanik di Mekarmanik, Mekar Rahayu, Bojongmanik, Cimayang. Kecamatan Cibeber di Sukamulya, Cikotok, Cihambali, Warung Banten, Kujangjaya. Kecamatan Muncang di Giri Jagabaya, Cikarang, Sindangwangi, Muncang, Leuwicoo, Tanjungwangi, Ciminyak dan Pasirnangka.Kecamatan Bayah di Cidikit, Darmasari dan Pamumbulan. Kecamatan Gunungkencana di Ciginggang dan Cisampang. Kecamatan Cipanas di Luhurjaya, Haurgajrug, Cipanas, Pasirhaur. Kecamatan Cileles di Prabugantungan, Gumuruh, Banjarsari. Kecamatan Cimarga di Sudamanik, Sangkanmanik, Gununganten, Sangiang Jaya, Margaluyu. Kecamatan Cikulur di desa Muaradua, Cigoong Selatan, Muncangkopong. Kecamatan Leuwidamar di desa Cisimeut, Sangkanwangi Jalupang Mulya, Leudidamar.

Terakhir di Kecamatan Cilograng yang merupakan daerah perbatasan dengan Jawa Barat yaitu desa Cikatomas, Gunung Batu, Cikamunding, Girimukti, dan Cijengkol.

Kejadian longsor baik setiap tahunnya pun selalu mengalami fluktuasi. Berdasarkan catatan BPBD, pada 2018 longsor terjadi sebanyak 32 kejadian. Sementara pada 2019 meningkat hingga 67 kejadian. Sementara di tahun 2020 mencapai 48 kejadian.

Sumber : detik.com (https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-5341369/puncak-musim-hujan-ini-daerah-rawan-longsor-di-selatan-banten?tag_from=wpm_nhl_8)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat