August 1, 2021

Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Tak Dibayar, Domba Perdana Proyek Ngingu, Diambil Lagi Pemiliknya

2 min read

Oleh Dede Rinaldi

Purworejo, Harian Jabar – Ingar bingar pengisian domba perdana proyek ambisius Ngingu Bareng di Purworejo, pada Desember 2020, hanya berlangsung sesaat. Wajah lesu dan lemas menggelayut di wajah Heri Prayogo pemilik kandang domba warga desa Purwosari, Kutoarjo, Purworejo. Apa pasal? Domba-domba yang dimasukkan ke kandang miliknya diambil lagi oleh pemasok domba asal Majalengka, Jawa Barat. Heri tak kuasa melarangnya. Sebab itu memang kewenangan pemiliknya.

Mengapa ditarik kembali? Ternyata domba- domba itu belum dibayar oleh PT Mega Gemilang Jaya (MGJ) perusahaan yang coba-coba bikin proyek Ngingu Bareng di Purworejo menggandeng Koperasi UMKM Indonesia.

“Kami terpaksa ambil lagi domba kami. Meski rugi tetapi lebih baik, ketimbang menunggu ketidakpastian,” kata pengusaha ternak yang tak mau disebut namanya kepada Harian Jabar, Kamis (24/02).

Menurutnya ada sekitar 230 domba yang telah ditarik kembali. Itu pun melalui proses yang berbelit.

Pemasok domba yang lain, Eko dari PT Arutala Indonesia juga telah menarik dombanya dari desa Karangwuluh, Kutoarjo Jateng.

Eko mengatakan, pihak PT MGJ berjanji akan membayar domba-domba itu sesuai MoU setelah 2 minggu pengiriman. Setelah 2 minggu kami tagih, MGJ memohon menunda pembayaran seminggu kemudian. Lalu setelah seminggu ditagih lagi ternyata mundur lagi, hingga 3 kali. “Akhirnya kami somasi dan endingnya kami angkut kembali domba,” katanya kesal.

Menurut Eko, jumlah domba yang ditarik kembali ada 300 ekor. “Kami sudah dirugikan. Rugi pengiriman dan dombanya jadi kurus. Tapi ini masih lebih baik dari pada tidak dibayar sama sekali,” tegasnya.

Eko menegaskan tidak ada niat baik dari PT MGJ dalam menjalin kerja sama. “Etika bisnisnya gak jalan. Mudah sekali mengingkari janji,” paparnya.

Tak hanya Eko. Ada juga domba dari Kebumen milik seorang peternak khusus domba. Nasibnya sama dengan domba milik Eko dan Majalengka. Ada lebih dari 200 ekor domba sekarang ditarik kembali dari Program Ngingu Bareng. Kasusnya sama, gagal bayar.

PT MGJ bersama KOIN, penanggungjawab Program Ngingu Bareng di Purworejo tengah menghadapi kesulitan pengadaan domba karena para suplier sudah tidak percaya. Bahkan, para mitra juga sudah banyak yang melarang lahannya dipakai untuk uji coba bisnis penggemukan domba tersebut. Di berbagai daerah di Purworejo sudah menarik kembali surat tanah yang dikuasai PT MGJ. “Sebelum terlambat, kita harus cepat-cepat bertindak. Program ini misterius sejak awal. Berbahaya kalau dilanjutkan,” kata mitra yang minta dirahasiakan namanya.

PT MGJ juga tengah menghadapi kasus kriminal yang dilaporkan oleh PT Ilver Jaya Pratama ke Polres Purworejo. PT Ilver dirugikan satu milyar lebih gegara kandang yang sudah dibikin tak kunjung dibayar. (Ded)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat