October 27, 2021

Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Kans Ridwan Kamil Gabung Parpol, Pengamat Politik Yusfitriadi: Sarankan Masuk Partai Yang Belum Miliki Figur Kuat

2 min read
Pengamat Politik dan Kebijakan Publik, Yusfitriadi.

Harianjabar.com – Bogor, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil sudah memberikan sinyal dirinya akan gabung dengan Partai Politik di tahun 2022. Kendati demikian, kang Emil sapaan akrabnya masih mengistikharahkan partai mana yang pas dan cocok untuk mengarungi pesta demokrasi 2024.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Politik dan Kebijakan Publik asal Bogor, Yusfitriadi mengatakan peluang Ridwan Kamil gabung salah satu partai politik akan sangat sulit jika Parpol tersebut sudah memiliki figur kuat.

“Dalam perjalanannya saya pikir agak berat kemudian Ridwan Kamil kalau nunggu partai politik ngambil seperti periode kemarin, karena memang masing-masing partai politik dalam waktu yang cukup panjang ini sudah banyak mempunyai kader-kader partai yang kuat,” kata Yusfitriadi saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL Jabar, Rabu (13/10).

Menurutnya, peluang RK untuk gabung Parpol itu adalah di partai-partai yang terlihat belum punya figur kuat seperti PKB, Nasdem, PKS, PAN, PPP atau bisa saja masuk ke Demokrat.

“Kalau sudah masuk salah satu partai, maka baru bisa membangun koalisi dengan partai-partai lain untuk mencukupi syarat kursi dalam pencalonan Gubernur atau Presiden nantinya,” ucapnya.

Kendati demikian, Yusfitriadi menuturkan, jika RK akan gabung Parpol hanya sebagai kader partai saja, itu tidak akan mencukupi untuk mendongkrak elektabilitas dalam pemilihan nanti.

“Bukan kemudian tidak cukup saja masuk kader partai, melainkan harus satu, masuk kader PAN misalnya tapi karena PAN tidak cukup kursi sehingga untuk bisa mencukupi kursinya harus membangun koalisi dengan partai-partai lain, bisa saja dengan Gerindra, Golkar, PKS atau dengan partai manapun terbuka karena kontestasi di pemilihan nanti saya pikir masih terbuka lebar karena politik itu kan dinamis,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat