November 29, 2021

Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Disparbud Kota Bogor Resmikan Grand Opening Ruang Rakyat Coffee & Garden

2 min read
Kegiatan Simbolis Gunting Pita pada Acara Peresmian Grand Opening Ruang Rakyat Coffee & Garden.

Harianjabar.com — Kota Bogor, Ruang Rakyat Coffe & Garden telah resmi dibuka dengan menggelar Grand Opening pada hari Sabtu 16 Oktober 2021 bertempat di Jl. Beo no. 7, Tanah Sereal, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor.

Grand Opening Ruang Rakyat Coffee & Garden berkesempatan dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor yakni Atep Budiman, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay, dan Bambang Pria Kusuma sebagai Ketua HIPMI Kabupaten Bogor.

Kadisparbud Kota Bogor Atep Budiman, berkesempatan memberikan sambutan serta melakukan simbolisasi peresmian pembukaan kedai kopi dengan menggunting pita bersama pemilik usaha tersebut.

“Pastinya kita sangat mengapresiasi, dengan semakin banyak industri restoran, tentunya akan memberikan optimisme bagi pertumbuhan ekonomi, dalam konteks kontribusinya kepada PAD Kota Bogor, kita berharap bisa memberikan identitas baru, ” katanya.

Selain itu Atep berharap, semakin bertambahnya kedai – kedai kopi ini dapat memberikan identitas baru untuk wisata Kota Bogor dengan diiringi peningkatan kapasitas dan kualitas agar lebih memberikan karakter bahwa Kota Bogor memiliki keunggulan dengan kopinya.

“Jadi tempat kopi tidak hanya dijadikan sebagai ruang untuk kumpul-kumpul atau bersantai saja, seperti halnya Ruang Rakyat Coffe ini yang tidak hanya sekedar buka kafe kedai kopi saja, tapi ada juga Ruang Rakyat Institute yang dapat memberikan kontribusi positif dengan berbagai aspeknya, dan mudah mudahan bisa memberikan masukan kepada pemerintah khususnya kepada kami Dinas Pariwisatan dan Kebudayaan,” ujar Atep.

Terkait perkembangan pariwisata sendiri, Atep mengungkapkan, jika dilihat dari regulasi instruksi mendagrinya untuk sektor pariwisata belum diperkenankan untuk dibuka terkecuali yang sudah diizinkan kementrian pariwisata.

“Saat ini kurang lebih ada dua tempat pariwisata yang sedang dilakukan uji coba untuk di buka, sisanya masih waiting list, tapi untuk ruang-ruang publik seperti hotel, restoran dan lainnya, ini sudah mulai diberikan kesempatan untuk beroprasi dengan tetap memperhatikan dan mematuhi protokol kesehatan,” tambahnya.

Di tempat yang sama Owner Ruang Rakyat Coffe & Garden, Ivan Nurdin dalam sambutannya sedikit bercerita, Ruang Rakyat ini berawal dari gagasan sederhana bersama 2 orang temannya untuk memanfaatkan ruang-ruang kosong di lingkungan masyarakat.

“Saya mengharapkan ketika kita membangun ini, kita tidak hanya mengambil sebuah identitas dari riaknya kedai kopi, tapi kita juga mengambil sebuah identitas dan entitas bahwa dimulai dari hulu ke hilir kita pergunakan itu,” ungkapnya.

Selanjutnya ia menjelaskan, Ruang Rakyat ini bukan hanya sekedar cafe kopi semata, namun ini tergabung dalam satu badan dalam sebuah grup dimana kita juga membangun Ruang Rakyat Institute.

“Ruang Rakyat Institute ini di buat untuk sebagai entitas, tempat kajian, tempat ilmu pengetahuan, apapun ada disitu, termasuk kedepannya kita juga ingin melakukan akselerasi ke wilayah taman baca,”tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat