August 8, 2022

Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Resolusi Awal Tahun Pemuda Kota Bogor

3 min read
ABDUL ROJAK, SE. Ketua Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Kota Bogor

Kota hujan memang dingin, orang-orang menghangatkan tubuh dengan beragam cara, beberapa mengurung dalam selimut, beberapa lagi meminum segelas teh, tapi saya memilih meminum segelas kopi sembari merefleksi apa yang penting dan harus disiapkan bersama guna menyongsong masa depan yang di dambakan. Menuju Indonesia emas 2045 bukan lagi sekedar keinginan tertulis maupun pemanis pidato, tetapi upaya mempersiapkan generasi sudah berlangsung sejak kemarin, saat ini, serta hari esok.

Ada sebanyak 64,19 juta jiwa pemuda (BPS 2019) saat ini di Indonesia, hal itu berarti bahwa populasi penduduk terbanyak adalah pemuda atau yang diistilahkan dengan demographic dividend (bonus demografi) yaitu populasi penduduk didominasi oleh kelompok berusia produktif yang rentang usianya antara 15-64 tahun, maka dari itu pembangunan kualitas pemuda harus di jalankan secara maksimal agar tidak terjadi bencana demografi, dan menjadikannya sebagai peluang untuk menuju Indonesia emas 2045.

Dalam kesempatan ini, saya tidak berbicara 64,19 juta jiwa, tetapi bebicara 261.577 jiwa pemuda di Kota Bogor dengan rentang usia 15-29 (Kota Bogor dalam Angka, 2021), kelompok masyarakat inilah kiranya yang perlu kita refleksikan bersama guna terbinanya generasi emas di masa mendatang.

Salah satu upaya nyata pemerintah dalam membangun kualitas pemuda adalah dengan merumuskan dan menetapkan ukuran-ukurannya melalui Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) guna mengetahui capaian pembangunan pemuda di tiap-tiap daerah melalui 5 aspek/domain yakni pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, kesempatan dan lapangan kerja, partisipasi dan kepemimpinan, serta gender dan diskriminasi (laporan IPP, 2019).

Jika kita membaca laporan IPP 2019, pembangunan pemuda Kota Bogor hanya terlihat mewarnai dinamika pada domain gender dan deskriminasi dengan program inisiatif sekolah ibu yang dilakukan sejak 2017 diduga berhasi menekan angka perkawinan usia anak.

Menurut saya dengan berhasilnya pada domain ini harus berdampak pada 4 domain lainnya, adapun capaian pembangunan pemuda jika dilihat dari laporan IPP 2019, Kota Bogor tidak berada di tingkat 3 teratas juga tidak 3 terendah.

Ada beberapa faktor yang saya lihat dapat dimaksimalkan dengan baik dalam mewujudkan jika tidak berlebihan saya sebut generasi emas (gold generation).

Pertama, sebagai kota penyangga ibu kota (secara geografis dekat dengan pemerintahan pusat).

Kedua, infrastruktur yang dibangun oleh pemerintah Kota Bogor mendukung aktivitas pemuda, seperti taman dan lintasan untuk berlari.

Ketiga, adanya Undang-undang No. 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan, Pelayanan/pembangunan kepemudaan difokuskan pada upaya penyadaran, pemberdayaan dan pengembangan kepemimpinan, kewirausahaan serta kepeloporan pemuda.

Untuk memaksimalkan 3 faktor yang telah saya sebutkan tadi tentunya diperlukan peran dari berbagai elemen masyarakat, peran organisasi atau komunitas pemuda di Kota Bogor harus berfokus pada peningkatan skills yang dibutuhkan di masa kini dan masa depan mulai dari tingkat kelurahan.

Aktivitas-aktivitas ini sangat mungkin dan cocok dilakukan dengan memanfaatkan taman-taman yang ada di Kota Bogor sebagai tempatnya, sebentar kita bayangkan paling tidak setiap akhir pekan misalnya anak-anak muda di Kota Bogor berkumpul di taman sembari membicarakan sesuatu yang akan terjadi di masa depan, kemudian saling betukar pengetahuan mengenai literasi digital, bahkan berkelompok merancang bussines plan (perencanaan bisnis) merupakan suatu pemandangan yang indah bukan ?

Untuk merealisasikan yang pertama tentu perlu ada dukungan dari pihak pemerintah sebagai pemangku kebijkan. Maka, yang kedua adalah peran pemerintah dalam mendukung setiap kelompok atau komunitas pemuda yang melakukan kegiatan-kegiatan peningkatan skills SDM pemuda di Kota Bogor.

Dengan dua cara tadi menurut saya peningkatan kualitas pemuda di Kota Bogor insyaAllah dapat berjalan maksimal. Sekian Refleksi untuk awal tahun 2022 ini. Adapun jika banyak bagian-bagian yang saya lewatkan dalam proses pembacaan kondisi pemuda di Kota Bogor ini saya haturkan permohonan maaf. Meski begitu refleksi ini saya namai “Resolusi Awal Tahun Pemuda Kota Bogor”.

Leave a Reply

Your email address will not be published.