August 8, 2022

Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

M Husein Fadlulloh Sampaikan Pentingnya Komunikasi Politik Dalam Seminar STIA YPPT Priatim Tasikmalaya

2 min read

Anggota KOMISI VI DPR RI M. Husein Fadlulloh

Harianjabar.com – Anggota KOMISI VI DPR RI M. Husein Fadlulloh, B. Bus., M. M., M. BA menjadi Keynote Speaker dalam acara bertema “Political Understanding” yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa STIA YPPT Priatim Tasikmalaya.

Politisi Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya M. Husein Fadlulloh dalam paparannya menyampaikan, menjadi seorang legislator mempunyai tanggung jawab untuk menjalankan fungsi umum legislatif terkait pengawasan dan anggaran.

“Dengan adanya fungsi ini para legislator menjalankan fungsi demokrasi dengan kebebasan berpendapat, mengkritisi pemerintah sebagai perwakilan suara dari masyarakat, dan sekaligus harus memahami kontekstasi dalam mewujudkan aspirasi masyarakat yang diwakili tersebut,” ucap M. Husein Fadlulloh, Jum’at (14/1/22).

“Salah satu wujud berjalan atau tidaknya demokrasi di Indonesia, sekaligus menjalankan strategi dalam berpolitik selaku pemangku kepentingan masyarakat yang kita wakili dapat tersalurkan,” tambahnya.

Selain itu, menjadi seorang politisi harus mampu memahami komunikasi politik dalam menjalankan perannya sebagai perwakilan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat.

“Cara paling tepat efektif dan efisien adalah dengan memahami komunikasi politik, layaknya bagaimana kita berkomunikasi sehari-hari, dengan memahami komunikasi politik, akan lebih memudahkan kita dalam mendapatkan harapan dan mewujudkan keinginan masyarakat di daerah pemilihan,” jelasnya.

M. Husein Fadlulloh menambahkan, komunikasi politik tidak hanya sekedar berbicara secara lisan atau tulisan saja di media massa maupun media sosial, akan tetapi komunikasi politik lebih dari itu.

“Komunikasi politik harus mampu membangun kredibilitas diri, agar apa yang kita sampaikan dapat lebih dipercaya atau bisa lebih dipahami oleh target yang akan berkomunikasi dengan kita. disinilah personal branding yang kuat dibangun. Bukan hanya tentang pencitraan, akan tetapi sesuatu yang di bangun secara konsisten dan berkelanjutan melalui banyak hal,” tuturnya.

Terakhir, ia berpesan kepada para peserta, siapapun yang berkeinginan menjadi politisi harus memulai proses branding personal dan menciptakan jati diri dari sekarang, pada saat menjadi mahasiswa.

“Harapan saya, teman-teman mahasiswa yang hadir dapat memulai membranding diri kalian, melalui berbagai aktifitas, seperti dalam bidak akademik, membuat karya dalam lingkungan masyarakat, aktivitas sosial, atau mungkin yang paling sederhana adalah memupuk pengalaman sebagai legislator ditataran kampus,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.