Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

4.000 Orang Daftar Iktikaf di Masjid Nabawi Selama 10 Hari Terakhir Ramadhan 2022.

3 min read

Harianjabar.com – 4.000 orang dilaporkan mendaftar untuk melakukan iktikaf di Masjid Nabawi di Madinah. Mengutip Arab News, Jumat (22/4/2022), mereka tiba pada Kamis 21 April.

Itikaf terjadi selama 10 hari terakhir Ramadhan, ketika para jamaah mengasingkan diri dan mencurahkan waktu mereka untuk berdoa, berdoa, dan membaca Al-Qur’an. Dimulai dari terbenamnya matahari pada hari ke-20 Ramadhan dan berakhir ketika bulan Idul Fitri terlihat.

Selama iktikaf , jamaah tinggal dan tidur di masjid.

Makanan berbuka puasa dan sahur, minuman panas dan dingin, serta layanan kebersihan akan disediakan bagi mereka yang menyendiri di Masjid Nabawi untuk memastikan kenyamanan mereka beribadah. Mereka juga akan memiliki akses ke ceramah agama dalam beberapa bahasa.

Mereka yang mengasingkan diri didesak untuk mengikuti pedoman dan instruksi yang diberikan.

Ibadah yang Dianjurkan

Iktikaf merupakan ibadah yang dianjurkan. Pada sepuluh akhir bulan Ramadhan ibadah iktikaf semakin dianjurkan. Karena tergolong ibadah, iktikaf memiliki rukun dan syarat-syarat tersendiri. Pembahasan iktikaf biasanya ditempatkan setelah kajian puasa.

Berikut ini keterangan yang kami kutip sebagian dari ulama bermazhab Syafi’i, seperti dikutip NU:

قوله (وَلَهُ) أَيْ الِاعْتِكَافِ (شَرْطَانِ) أَيْ رُكْنَانِ فَمُرَادُهُ بِالشَّرْطِ مَا لَا بُدَّ مِنْهُ بَلْ أَرْكَانُهُ أَرْبَعَةٌ كَمَا سَتَعْرِفُهُ

Artinya, “Iktikaf memiliki dua syarat, maksudnya dua rukun. Yang dimaksud syarat adalah sesuatu yang harus ada. Bahkan, iktikaf itu memiliki empat rukun sebagaimana kau akan mengenalnya,” (As-Syarbini Al-Khatib, Al-Iqna fi Halli Alfazhi Abi Syuja, [Beirut, Darul Fikr: 1995 M/1415 H], halaman 247).

Adapun rukun iktikaf yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  1. Niat

Niat dipasang di dalam hati sebagaimana ibadah lainnya. Orang yang bernazar itikaf harus meniatkan kewajiban pada niat iktikafnya karena iktikaf nazarnya merupakan iktikaf wajib. Hal ini penting dilakukan untuk membedakannya dengan yang sunah.

  1. Berdiam/mukim

Seseorang harus bermukim atau “berdiam” di tempat iktikaf minimal selama tumakninah lebih sedikit. Dengan demikian, iktikaf tidak cukup “berdiam” selama tumakninah saja. Orang yang mondar-mandir di masjid dengan durasi iktikaf dan meniatkannya sebagai iktikaf tergolong telah melaksanakan iktikaf.

  1. Di Masjid

Masjid menjadi tempat yang disyaratkan oleh mazhab syafi’i. Dengan demikian, iktikaf pada selain masjid menurut mazhab Syafi’i tidak sah (sebagian ulama membolehkan itikaf pada selain masjid). Masjid sebagai tempat iktikaf didasarkan pada hadits riwayat Bukhari, Muslim, ijma, dan Surat Al-Baqarah ayat 187.

Masjid jami merupakan tempat ideal daripada masjid lainnya karena lebih dapat menampung banyak jemaah. Masjid jami juga sangat dianjurkan sebagai tempat iktikaf karena mereka yang beritikaf tidak perlu keluar masjid untuk shalat Jumat.

  1. Syarat Orang yang Beriktikaf

Orang yang beriktikaf harus muslim, berakal, dan suci dari hadats besar. Dengan demikian, iktikaf orang kafir, iktikaf orang gangguan kejiawaan, dan iktikaf orang yang berhadats besar tidak sah. Adapun potongan Surat Al-Baqarah ayat 187 adalah sebagai berikut:

وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ

Artinya, “…Tetapi jangan kamu campuri mereka, ketika kamu beriktikaf di dalam masjid…” (Surat Al-Baqarah ayat 187).

Adapun hadits yang menjelaskan itikaf antara lain diriwayatkan Sayyidah Aisyah RA:

وَعَنْهَا أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَعْتَكِفُ اَلْعَشْرَ اَلْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ, حَتَّى تَوَفَّاهُ اَللَّهُ, ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Artinya, “Dari Sayyidah Aisyah RA, Rasulullah SAW beritikaf pada 10 hari terakhir Ramadhan. Hal ini dilakukannya sampai beliau wafat. Sepeninggal Rasulullah SAW, tradisi itikaf dilanjutkan oleh para istrinya” (HR Bukhari dan Muslim).

Inilah Keutamaan Iktikaf di Bulan Ramadhan.
Bulan Ramadhan dalam hitungan hari akan segera berakhir. Bagi seluruh umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan waktu 10 hari terakhir untuk melakukan iktikaf.

Amalan sunah iktikaf memiliki arti berhenti atau berdiam diri di masjid dengan niat semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT.

Amalan ini dapat dilakukan kapan saja dan hukumnya sunah. Namun, dianjurkan untuk dilakukan pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Hal ini sebagaimana yang telah dilakukan Rasulullah SAW tercantum dalam sebuah hadis:

Dari Ubay bin Ka’ab dan A’isyah, Rasulullah SAW beriktikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, hingga Allah menjemputnya (wafat).

Iktikaf dilakukan dengan cara melakukan ibadah di masjid dengan bermuhasabah, introspeksi diri, membaca Alquran, berzikir, dan hal lainnya yang dapat mendakatkan diri kepada Allah SWT.

Melakukan iktikaf di masjid pada malam hari merupakan sebuah harapan dan semangat dalam upaya menunggu turunnya lailatul qadar. Hal ini dikarenakan iktikaf salah satu keutamaan malam lailatul qadar.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *