Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Muncul Dugaan Bisnis Busuk Dibalik SK Bogor Ramadhan Festival Wali Kota Bogor

2 min read

Harianjabar.com – Penyelenggara Bogor Ramadhan Festival di kawasan Pasar Kebon Kembang Kota Bogor, yang didasari keluarnya surat Keputusan Wali Kota Bogor No 451.13 KEP.123-DinKUKMDagin/2022, tentang penetapan lokasi Bogor Ramadhan Festival untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dibulan suci Ramadhan, menuai kontroversi dikalangan masyarakat dan pedagang.

Usut punya usut beberapa narasumber pedagang di lokasi festival banyak mengeluhkan standar harga yang dipasarkan dan ditetapkan untuk mengisi both dagangan dilokasi tersebut.

” Ini bisa mencapai harga Rp. 5 juta sampai dengan Rp. 7 juta rupiah. Di pasarkan juga harga itu disalah satu gruop Whatsapp pedagang,” ungkap sumber dilokasi, Rabu (13/04/2022).

” Ya tentunya ini amat sangat memberatkan, para pedagang untuk masuk berjualan dalam both festival itu,” tambahnya.

Senada disampaikan pedagang Pasar Kebon Kembang sebut saja maman (identitas dirahasiakan_red), kami yang berjualan didalam paska penggusuran PKL di sekitar Pasar Kebon Kembang tentunya sangat kecewa.” Selain biaya besar, banyak pedagang juga yang sudah mengisi dalam both, tanpa jelas asal usulnya.”

” Ya itu tiba – tiba banyak pedagang yang bukan asli pedagang Pasar Kebon Kembang, entah dari mana,” ujarnya.

” Kami jelas kecewa, dimomen Ramadhan ini, dan masa sulit Pandemi, harusnya festival itu lebih mengutamakan dan mementingkan pedagang yang dari Pasar Kebon Kembang, bukan dari luar,” ketusnya.

Sementara Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyampaikan, perihal keputusan Bogor Ramdhan Festival adalah SK dari Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (DiskopUMKMdagin) Kota Bogor.”

” Ya kepanitian dibentuk dalam rangka menata area sekitar alun – alun Kota Bogor,” ungkap Bima

Untuk kepanitiaan Bogor Ramadhan Festival, Bima menyampaikan Dinas terkait dan unsur pendukung lainnya.”

” Ya panitia dinas terkait, DKM Masjid dan unsur pendukung lain, termasuk Koppas,” jelas Wali Kota dua periode tersebut.

Ditanya apakah dalam Surat Keputusan Wali Kota untuk Bogor Ramadhan Festival ditetapkan harga khusus untuk mengisi both dan pedagang khusus atau umum, Bima menjawab panitia yang menetapkan.”

” Soal itu panitia yang menetapkan,” tegas Bima.

Sementara berdasarkan penelusuran awak media, sebagai Ketua Panitia disebut nama Subhan yang pernah berkecimpung dalam Partai Bulan Bintang (PBB) dan juga selaku tim sukses Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor pada tahun 2018 lalu.

Namun hingga berita ini ditayangkan Subhan enggan merespon awak media.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *