Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Geliat Wisata Ramai di Jabar tapi UMKM Masih Lesu, Kenapa?

2 min read

Harianjabar.com – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat (Disparbud Jabar) menyoroti soal lonjakan wisatawan yang tidak berbanding lurus dengan geliat ekonomi UMKM warga lokal di sekitar lokasi wisata.

Kadisparbud Jabar Benny Bachtiar mengaku mendapatkan keluhan dari masyarakat sekitar lokasi wisata, sedianya jumlah pelancong yang datang ke destinasi wisata membludak tetapi roda perekonomian masih belum berputar kencang.

Untuk mengatasi keluhan tersebut, Disparbud Jabar pun tengah menggodok sejumlah cara untuk menyelaraskan roda wisata dan geliat perekonomian warga lokal. Sementara ini, pihaknya memberikan imbauan kepada pelaku UMKM, khususnya kuliner untuk mematok harga yang wajar.

“Penyedia makanan misalnya tidak boleh mematok harga yang tinggi, misal minuman di minimarket Rp 2.000, jual Rp 3.000 lah jangan Rp 7.000 atau Rp 10 ribu. Ini perputaran ekonomi bisa berputar karena UMKM bisa meningkat terutama pemilik warung, pengunjung juga tidak keberatan karena harganya relatif wajar,” ujar Benny.

Selain itu, pihaknya berinisiatif mengatur regulasi agar konglomerasi tidak mengambil porsi dari masyarakat lokal di lokasi wisata. Hal ini, pernah ia atur saat mengunjungi Pantai Karang Potong di Cianjur.

“Sektor UMKM yang kita pikirkan UMKM-nya, kan tujuan dibangun objek wisata untuk mendongkrak perekonomian masyarakat bukan untuk konglomerasi semata, kami coba atur kemarin di Karang Potong, udah oke, view oke, saya instruksikan tidak boleh menjual makanan yang sudah ada di masyarakat, artinya nanti segmen lain, biarkan di masyarakat tumbuh,” tutur Benny.

Soroti Pengaturan Pengunjung
Selain menyoroti soal roda ekonomi masyarakat lokal, Disparbud Jabar juga mencatat soal infrastruktur pendukung wisata yang masih harus diperhatikan. Seperti misal tempat sampah, musala, dan toilet.

“Terkadang amenitas di tempat destinasi wisata ini yang harus kita perhatikan,” ujarnya.

Catatan yang terakhir, adalah soal pengaturan jumlah pengunjung yang membludak. Benny menyebut, membludaknya kunjungan wisatawan ke destinasi wisata favorit karena euforia setelah dua tahun tertahan karena pandemi.

“Contoh kemarin di Pangandaran begitu padatnya di area-area tempat wisata, di area pantai yang bisa dipakai berenang sehingga bisa memacetkan, ini disebabkan fasilitas tempat parkir yang tidak memadai,” ujar Benny.

Untuk memecahkan kendala-kendala tersebut di Pangandaran, Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum, Disparbud Jabar dan Pemkab Pangandaran tengah menggodok regulasi untuk masuk ke area wisata, salah satunya dengan membuat kantong parkir.

“Pemerintah daerah harus mempersiapkan shuttle untuk mengantarkan mereka ke area wisata,” ujar Benny.

Sejauh ini, ujar Benny, wisatawan yang datang ke lokasi wisata favorit masih didominasi wisatawan lokal. Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini terdapat jumlah kunjungan signifikan ke berbagai destinasi wisata di Jabar.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *