Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Ridwan Kamil Pastikan Tak Ada Kasus Hepatitis Misterius di Jabar

2 min read

Harianjabar.com – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hepatitis misterius atau hepatitis akut di Jabar.

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan fenomena kemunculan penyakit tersebut tak termasuk dalam kategori hepatitis tipe A, B dan C. Namun, gejalanya mirip hepatitis A, B dan C.

“Di luar negeri sudah banyak, ada yang meninggal. Di Jakarta juga dugaan ada. Saya laporkan di Jabar belum ada (kasus hepatitis misterius),” kata Kang Emil saat meninjau pelayanan RS Hasan Sadikin Bandung.

Ia sendiri berharap Jabar tak ‘diserang’ kasus hepatitis misterius. Ia mengimbau masyarakat tak panik serta tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Kita sudah mengalami jatuh-bangun karena pandemi. Kunci keberhasilan adalah tenang, negara sudah siap untuk mengatasi,” ujar Kang Emil.

Menurutnya, Pemprov Jabar telah membentuk tim ahli untuk menangani kasus hepatitis misterius. Selain itu, pelayanan kesehatan, termasuk laboratorium sudah disiapkan. Salah satunya di RS Hasan Sadikin Bandung.

“Lab-lab ini untuk mengecek apakah kategori terduga hepatitis akut. Saya sudah cek, bahkan alat-alat teknologi molekuler terbaru sudah dimiliki,” jelasnya.

Kang Emil mengatakan hepatitis bisa dicegah dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) saat ini. Ia juga meminta agar masyarakat tak bertukar alat makan.

“Kalau keluarga ada yang sakit, jangan berinteraksi. Kalau terpaksa gunakan proteksi yang memadai,” kata Kang Emil.

“Dari catatan memang (kasus hepatitis misterius) terjadi pada bayi hingga anak usai 16 tahunan. Kita belum tahu alasannya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar Nina Susana Dewi mengaku telah berkoordinasi dengan berbagai pihak. Ia juga telah mengantisipasi kemungkinan sulitnya pelayanan kesehatan mengidentifikasi sampel untuk kasus hepatitis. Sejumlah pelayanan kesehatan siap menerima rujukan sampel untuk dugaan kasus hepatitis misterius.

“Kalau ada kasus kita harus koordinasi dulu. Kalau betul ada, kita lapor ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Dan, semua hasilnya keluar dari Kemenkes,” tutur Nina.

Nina mengatakan sumber informasi tentang kasus hepatitis misterius ini akan disampaikan satu pintu melalui Kemenkes. Hal ini dilakukan agar masyarakat tetap tenang dan fokus menerapkan PHBS.

“Kalau masing-masing bicara, masyarakat panik. Jadi tunggu saja dari Kemenkes. Tapi untuk di Jabar belum ada,” ucap Nina.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *