Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Takdir Keterbatasan Djumono Membakar Semangat Memperjuangkan Hak Difabel

3 min read

Harianjabar.com – Siang hari di Bandung, Djumono (54) nampak sibuk melihat beberapa berkas dan berbincang dengan beberapa orang. Ia sibuk mengurus keperluan para atlet untuk latihan mempersiapkan perlombaan tingkat Asia Tenggara. Meski takdir mengharuskan ia kehilangan kedua kakinya, ia tetap dipercaya mengurus banyak organisasi dan lembaga untuk para difabel.

“Sejak tahun 1999, saya harus merelakan kedua kaki saya untuk diamputasi. Saya juga sempat bingung harus berbuat apa, namun karena saya juga suka berorganisasi jadi saya bertemu dengan teman-teman difabel hingga akhirnya mengurus berbagai organisasi,” ujarnya saat ditemui detikJabar di kantor National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Bandung.

Kesukaannya dalam bersosialisasi memang tumbuh sejak SMP, ia menjadi ketua karang taruna di kampung. Hingga akhirnya ia dan rekannya membentuk Forum Perjuangan Difabel (Forpadi) Jawa Barat pada tahun 2001. Sebagai koordinator, forum tersebut dibuat dengan misi memperjuangkan peraturan daerah untuk difabel Jawa Barat.

“Akhirnya perda Jabar sebagai payung hukum yang akan memudahkan teman-teman difabel semua, berhasil terbit pada tahun 2006 dan 2009. Isinya ada banyak, tapi semua mengatur hak penyandang disabilitas seperti pekerjaan, kesehatan, olahraga, infrastruktur dan pendidikan,” jelas pria yang memiliki tiga anak dan enam cucu ini.

Tak hanya dipercaya oleh teman-teman sesama difabel, di kampung tempat tinggalnya pun ia dipercaya untuk mengemban tanggung jawab.

“Saya sudah 12 tahun jadi sekretaris RW. Dipercaya meski fisik saya berbeda dari yang lainnya. Tahun 2014 saya coba daftar independen menjadi anggota DPD RI Jawa Barat dan memperoleh 1.5 juta suara. Meski kalah, tapi menduduki peringkat suara terbanyak ke-13 dari 36 calon adalah hal yang luar biasa,” ungkapnya.

Ia juga menuturkan bahwa dirinya adalah calon anggota dewan dengan modal kampanye paling kecil.

Selain berorganisasi, Djumono punya hobi yakni olahraga. Banyak olahraga yang ia sukai, salah satunya bulutangkis yang tetap bisa ia lakukan di kursi roda. Hobi ini membuatnya dipercaya untuk menjadi pengurus di NPCI Bandung. Mengemban kewajiban besar dengan keterbatasan, membuatnya semakin semangat. Saat belum memiliki kendaraan, setiap hari ia menggunakan kursi roda dari rumahnya di sekitar Jalan Moh Toha ke GOR Pajajaran.

“Sejak tahun 2000-2008 saya dorong kursi roda saya ke GOR, butuh waktu 1,5 jam. Setiap hari saya dilihatin banyak orang yang naik turun angkot, sampai akhirnya tahun 2009 punya motor roda tiga,” ujarnya sembari menunjukan motor bebek kesayangannya yang mampu membuatnya berkunjung ke banyak tempat. Motor itulah yang menjadi alat transportasi ke berbagai kota, untuk mengurus para atlet dan teman difabel lainnya.

“Saya sudah 22 tahun di NPCI Bandung. Saya senang olahraga dan mengurus aktivitas teman-teman atlet paralympic. Dulunya saya sebagai humas disini, karena saya punya potensi jadi sesekali ikut tanding. Tahun 2016 dapat medali emas Pekan Paralympic Nasional untuk cabor voli duduk,” cerita Wakil Sekretaris NPCI Bandung ini dengan sumringah.

Tak hanya semangat Djumono yang membara, namun semangat para atlet difabel pun sangat kuat hingga mampu menorehkan berbagai prestasi. Meraih medali emas bukan hal yang luar biasa disini. Bahkan NPCI Kota Bandung menjadi barometer untuk NPCI kota lainnya, karena prestasi dan keaktifan anggotanya.

“Baru saja saya menjadi manager untuk judo teman-teman tunanetra pada Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) Papua 2021. Alhamdulillah lagi-lagi meraih medali emas. Kami berhasil mencapai target yakni 5 medali emas, 7 medali perak, dan 6 perunggu,” tuturnya.

Saat ini, ia tengah memastikan agar para atlet fokus latihan dan mempersiapkan dengan baik pertandingan ASEAN Para Games 2022 yang akan digelar di Solo.

Saat disinggung tentang adakah keinginan untuk kembali menjajal dunia politik, ia mengaku kembali akan mencalonkan diri untuk pemilihan tahun 2024 mendatang. “Insya Allah, karena dukungan teman-teman difabel semua masih ingin saya mencalonkan lagi. Saya akan kembali mencoba dua tahun lagi dan masih independen meski ada beberapa partai politik yang coba menawarkan saya,” ungkapnya.

Ia dan teman-teman difabel berharap jika berhasil menduduki kursi pemerintahan, hak dan kesetaraan lebih luas dirasakan oleh kaum difabel yang tinggalnya tak hanya di perkotaan saja.

“Ada banyak PR dan masih banyak yang perlu diperjuangkan terutama hak para difabel di pedesaan terpencil, bagaimana akses dan peluang mereka. Saya juga lihat anggota dewan yang terpilih belum ada satupun yang peka dengan ini,” tutup Djumono.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *