Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Aksesori Buatan Pemuda Subang Menembus Eropa

2 min read

Harianjabar.com – Retno Nugroho (26), warga Kabupaten Subang, berhasil memasarkan produk aksesorinya hingga ke Eropa. Simak kisah inspiratifnya yuk!

Siapa sangka, Retno yang sebelumnya hanya iseng membuat aksesoris seperti anting, cincin, dan kalung sejak kuliah kini bisa menjadi ladang penghasilannya.

Bahan dasar yang digunakannya juga terbilang unik, yakni limbah kayu. Buah dari keuletannya, barang produksinya bisa dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia, bahkan ke Eropa seperti Inggris hingga Spanyol.

“Dulu saya buat manual, dengan tangan, pakai pisau cutter. Sekarang saya sudah bisa kebeli mesin laser, jadi dicetak tiga dimensi,” ujar Retno

Tidak hanya unik, aksesoris yang dibuat Retno dari bahan baku limbah kayu itu juga disisipi unsur simbol-simbol kebudayaan khas Sunda, seperti misalnya tritangtu.

“Dalam Sunda itu kan dikenal dengan tritangtu atau tiga ketentuan. Ada dunia bawah, dunia tengah, dan dunia atas. Nah saya buatkan motif-motif itu dalam setiap printilan asesoris yang saya buat,” jelasnya.

Disinggung soal pengiriman ke luar negeri, teranyar menurutnya pekan kemarin mengirim ke New York, Amerika Serikat. Ia mengirimkan anting.

“Terakhir ke New York ngirim anting, ada yang pesan di media sosial,” ucapnya.

Untuk harga, Retno menjelaskan cukup beragam. Bagi pangsa pasar dalam negeri sekitar harganya Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu untuk setiap produknya. Sementara untuk pasar luar negeri ia menjual dengan harga Rp 50 ribu sampai dengan Rp 75 ribu.

“Kalau banyak minatnya ada di anting kalau ngirim ke luar negeri, kalau kalung sama cincin juga lumayan banyak minatnya,” ungkapnya.

Usaha tidak menghianati hasil terjadi pada dirinya. Ia yang mulai usaha pada 2021 lalu itu sebelumnya hanya berusaha sendiri. Namun, kini ia bisa merekrut orang lain untuk bergelut di usaha miliknya itu.

“Allhamdulilah kalau sekarang sudah ada tim, sama sudah ada juga yang ngatur,” tuturnya.

Sementara meski produk yang dibuat Retno sudah dikirim hingga luar negeri, di Subang justru karyanya tak banyak dikenal oleh warga setempat. Hal itu memantik semangatnya untuk semakin mengenalkan produknya.

“Kalau di Subang kayanya belum, hanya orang-orang tertentu saja yang tahu. Mungkin nanti kita lebih kerja keras lagi dalam hal promosi,” katanya.

Retno sendiri membuka worskhop pembuatan seluruh karyanya di Perumnas Subang blok 3. Selama ini Retno mengaku memasarkan karyanya hanya melalui sosial media instagram dan marketplace.

“Kita ada instagram, paling ya mengoptimalkan itu saja, nama akunnya @honghandwood,” katanya lagi.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *