Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Keren! Warga Gang Pramuka Sukabumi Sulap Selokan Jadi Kolam Ikan

3 min read

Harianjabar.com – Ada saja yang dilakukan masyarakat untuk memperindah kawasan tempat tinggalnya. Seperti yang dilakukan beberapa warga di Gang Pramuka, RT 01/02, Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi yang menyulap saluran irigasi menjadi kolam ikan.

Selokan dengan total panjang 120 meter itu, 90 meter itu di antaranya menjadi kolam ikan yang terbagi menjadi lima bendungan untuk ikan Nila dan ikan Lele. Kedalaman selokan sekitar 25-30 sentimeter. Di bagian atas kolam juga ditanami berbagai jenis tanaman untuk penghijauan di kawasan tersebut.

Ide awal pembuatan kolam ikan di selokan itu datang dari Ketua Rukun Tetangga (RT) 01 Asep Megadasa. Dia mengatakan, selokan itu sudah bertahun-tahun kotor dan terkadang menjadi tempat pembuangan sampah.

“Ini kan air dari sungai Cipelang Leutik itu kan kotor, kali lah dibilangnya. Kita perlu membersihkan berkala, tiga minggu sekali. Banyak yang buang sampah botol minuman, bungkus rokok, plastik roti dan lain-lainnya,” kata Asep

Melihat kondisi tersebut, ia lantas berinisiatif untuk menaruh bibit ikan di dalam selokan secara autodidak. Niatnya itu didukung oleh salah satu warga dengan memberikan sumbangan modal. Setiap hari, pakan yang ditabur sebanyak satu kilogram untuk 59 kilogram ikan.

“Saya coba ikan yang kecil ditaruh di sini. Baru sebulan sudah besar, jadi cepat gede, lalu saya tambah lagi. Makanya saya gandeng warga saya yang punya kos, kebetulan dia santai dan sudah pensiun, saya ajak tanem ikan di selokan ini,” ujarnya.

Terhitung sudah kolam ikan di selokan itu sudah berjalan selama empat bulan ke belakang. Warga yang melewati gang tersebut menyambut baik inovasi selokan jadi kolam ikan itu.

“Ini berjalan empat bulan banyak warga yang lewat sini, jadi ikut senang. Warga sekitar, dari luar juga banyak. Ada yang sempat sengaja pengin liat gang yang ditanami ikan katanya, jadi senang lah inginnya jadi wisata edukasi juga,” paparnya.

Dia mengatakan, ikan Nila dan ikan Lele yang ada di selokan itu dipanen dalam satu bulan sekali. Hasil dari panen ikan dibagikan ke warga atau dijual ke pasar, sementara uang dari ikan yang dijual digunakan untuk penerangan dan perbaikan kondisi jalan yang rusak.

“Hasilnya dibagikan ke warga. Sebagian lagi mau saya buat untuk tambal jalan dan penerangan,” sambungnya.

Plastik Merah Berjejer Disepanjang Gang

Selain ada kolam ikan, kantong plastik dengan warna merah terang juga berjejer di sepanjang Jalan Gang Pramuka. Bahkan, pemandangan tersebut sempat diunggah oleh Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dalam akun Facebook pribadinya.

Asep mengatakan, kantung plastik itu digantung agar warga yang melintas tidak membuang sampah sembarangan. “Baru satu minggu berjalan karena kesal setiap pagi saya sapu yang sebelumnya banyak sampah ditemukan di sepanjang jalan gang ini. Apalagi selokan yang di pinggir jalan ini dibikin kolam ikan oleh kita,” tuturnya.

Asep menyebut ada sekitar 40 kantong kresek yang dipasang sepanjang Jalan Gang Pramuka. Dia berujar, sebelum menggunakan kantung plastik, pihaknya sudah lebih dulu menggunakan bahan lain seperti ember bekas cat namun hilang entah kemana.

“Dulu pakai ember plastik bekas cat eh pada hilang, pernah pakai drum juga sama hilang,” ungkapnya.

Ketika disinggung soal meminimalisir penggunaan kantung plastik, Asep mengaku keinginannya menggunakan bahan lain untuk tempat sampah. Akan tetapi, keinginannya itu terkendala biaya. Diketahui, selama ini biaya kebutuhan untuk kolam ikan dan perawatan lingkungan masih menggunakan uang pribadi dari warga dermawan.

“Rencana mau pakai jerigen yang buat air, cuman dipikir-pikir awis (mahal). Keduanya kalo hujan, itu kan nampung air, kalau plastik itu bawahnya saya bolongin, dan murah, simple. Lebih ekonomis lah,” jelasnya.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *