August 8, 2022

Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Ambisi Mahasiswa Unpad yang Terwujud Lewat Hoki

3 min read

Harianjabar.com – Masa SMA membawa kenangan yang tak terlupakan bagi Alam Fajar Kusuma (23). Ia tak menyangka, pertemuannya dengan mendiang Pak Rahmat akan mengantarkannya bertemu dengan rezeki di bidang olahraga.

Sosok Pak Rahmat itu adalah guru yang dekat dengan anak-anak. Almarhum juga selalu memberikan motivasi bagi anak didiknya yang salah satunya membuat Alam kini mampu bertanding hingga kancah dunia.

“Almarhum adalah guru olahraga yang punya pengaruh di olahraga hoki. Saya awalnya cuma kiper futsal, kemudian diajak untuk mencoba kesempatan jadi kiper hoki. Awal-awal masih banyak kesalahan teknik yang saya lakukan, sampai akhirnya terus belajar dan jadi atlet untuk Tim Nasional (Timnas) Indonesia,” ujar Alam, anggota Timnas untuk cabang olahraga Hoki Indonesia.

Kepada harianJabar, ia menceritakan ada belasan medali yang kini dikoleksi di rumahnya. Semua berkat jasa sang guru olahraga yang mengenalkannya pada hoki. Berawal dari apresiasi dari mendiang Pak Rahmat dan SMA Negeri 11 Garut pada prestasinya Juara 3 Hoki tingkat Nasional, membuatnya terus semangat menekuni hoki.

Ia tak mau menyerah meski berkali-kali cedera sempat dialami. Cedera pada tangan kanan akibat terkena pukulan bola, cedera bahu akibat terjatuh saat menjaga gawang, sudah jadi hal biasa baginya. Namun ia mengaku sempat rehat sejenak dari olahraga ini.

“Saya sempat stop hoki waktu mau Ujian Nasional karena punya cita-cita jadi tentara. Saya mau fokus sampai diterima untuk mengabdi ke negara, tapi saya tetap coba masukkan ke Universitas Padjajaran jalur prestasi olahraga. Alhamdulillah diterima di Agribisnis, dari situ saya yakin rejeki saya ada di hoki,” tutur mahasiswa semester akhir Unpad tersebut.

Sekadar coba-coba untuk terus ikut berlatih dan membela nama Unpad melalui hoki, rupanya gerbang bertanding mewakili Provinsi mulai terbuka lebar. Ia berhasil masuk menjadi kiper untuk tim hoki Jawa Barat, melangkah ke PON Papua XX yang berlangsung pada akhir 2021 lalu.

“Target kami satu tim Jabar harus bisa bawa lagi medali emas dari Papua, karena tahun 2016 Jabar berhasil sabet emas. Disitu cukup deg-degan, bisa enggak ya? Karena pengalaman juga tak seberapa. Alhamdulillah ternyata berhasil meraih emas untuk hoki indoor,” kenang pria yang punya hobi memancing tersebut.

Prestasi Alam tak berhenti sampai disitu. Di awal tahun, ia berturut-turut mengikuti dua kompetisi skala internasional. Tergabung menjadi Tim Nasional (Timnas) Indonesia, ia mewakili tuan rumah untuk bertanding di Men’s AHF Cup.

Timnas menduduki peringkat ketujuh dari sembilan negara. Kemudian berkesempatan untuk maju babak kualifikasi menuju Piala Dunia yang rencananya berlangsung tahun depan.

Usai Lebaran, ia dan 10 anggota Timnas lainnya melenggang ke Men’s Asian Games Qualifier Bangkok 2022. Aksinya semakin menggugah decak kagum sebab rupanya dua kompetisi tersebut jadi kali perdana Alam menjadi kiper untuk hoki outdoor.

“Hoki indoor lebih umum di Indonesia, lapangannya mirip seperti futsal. Hoki outdoor lebih umum di kelas dunia, lapangannya harus rumput sintetis dan dibasahi dulu seluruhnya. Perbedaan ini tentu tidak mudah, tapi alhamdulillah sudah rezekinya dalam dua pertandingan itu juga dapat dua penghargaan individu,” ucap Alam.

Pada Men’s AHF Cup di Gelora Bung Karno Jakarta, ia menyabet dua penghargaan sebagai Men of The Match dan Best Rising Goalkeeper. Kemudian pada ajang Men’s Asian Games Qualifier Bangkok 2022, penghargaan Player of The Match dan Best Goalkeeper of The Tournament berhasil ia amankan.

“Pertandingan terakhir pada 15 Mei 2022 kemarin di Bangkok itu, wah rasanya senang sekali. Benar-benar tidak menyangka jadi Best Goalkeeper of The Tournament. Saya lihat pelatih dan teman-teman saya tepuk tangan buat saya, disitu saya langsung nangis terharu,” ceritanya.

Alam tak pernah membayangkan meski harus memupuk impiannya membela negara melalui jalur militer, ternyata ia mampu membela negara dari bidang olahraga hoki. Sebuah olahraga yang tak sengaja ia geluti. Ia tahu masih ada masa depan menjanjikan dari hoki, namun ia tak mau hanya berpegang pada satu harapan.

“Pemerintah sudah cukup peduli dengan atlet, tapi saya harap untuk olahraga hoki bisa sampai ada pertandingan liga. Supaya ada pelatihan yang intens dalam jangka panjang, demi menjaga performa atlet agar tidak turun dan meningkatkan kualitas permainan,” harap Alam.

“Sembari melihat peluang pertandingan hoki di Indonesia, harapannya setelah lulus mau lanjutkan bisnis dagang handphone dengan modal dari bonus kejuaraan. Tapi harapan untuk jadi abdi negara masih ada, saya sedang cari info agar bisa mendaftar kepolisian jalur prestasi olahraga,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.