August 8, 2022

Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Ratusan Warga Geruduk SDIT Yayasan Al-Hasaniyyah, Ini Penyebabnya

2 min read

Harianjabar.com – Ratusan warga bersama ahli waris wakaf lahan sekolahan dan masjid, menggeruduk SDIT Yayasan Al-Hasaniyyah yang berada di Jalan Raya Cileungsi-Jonggol, KM 10 Kampung Cibarengkok RT04 RW02 Desa Cipeucang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jum’at siang (10/6/22).

Imas Maskanah, selaku ahli waris menjelaskan, awalnya ini milik keluarganya yang diwakafkan pada DKM Masjid Al-Ikhlas tahun 1998 berbentuk Masjid dan Sekolah Madrasah, dan pada tahun 2005 tiba-tiba diganti menjadi yayasan tanpa sepengetahuan ahli waris dan masyarakat. Padahal katanya, dana pembangunannya hasil swadaya masyarakat, dan sekarang para ahli waris meminta fungsi guna wakaf tersebut dikembalikan seperti awal.

“Awalnya ini tanah milik keluarga saya, dibangun Madrasah dan Masjid pada tahun 1998, tapi pada tahun 2005 tiba-tiba surat wakafnya berubah menjadi yayasan tanpa sepengetahuan kami Ahli Waris dan warga, padahal dana pembangunan Madrasah dan Masjid itu awalnya dari hasil swadaya masyarakat,” tuturnya

Imas meminta kepada pihak yayasan agar memenuhi tuntutan warga dan ahli waris untuk segera mengembalikan fungsi awal gedung.

“Saya dari pihak ahli waris meminta tanah tersebut dikembalikan fungsi gunanya seperti awal,” pintanya.

Ditempat yang sama, Arindu mengatakan Kedatangan ratusan warga tersebut untuk menuntut kepada pihak Yayasan Al-Hasaniyyah agar mengembalikan fungsi awal lahan dan gedung yang dulunya Madrasah menjadi madrasah lagi, tidak seperti sekarang yang dikomersilkan oleh pihak yayasan terkait pendidikannya.

“Yayasan Al-Hasaniyyah Harus mengembalikan fungsi lahan dan bangunan sesuai pesan awal yang mewakafkan lahan dan gedung. Gedung ini bukan milik pribadi tapi milik masyarakat, pihak yayasan jangan menyalahgunakan tanah wakaf,” ujarnya di lokasi unjuk rasa didepan gedung SDIT Al-Hasaniyyah.

Arindu menambahkan, pada saat itu lahan tersebut sepengetahuannya sudah diwakafkan oleh pemilik kepada DKM Masjid. “Dulu setau saya lahan serta gedung ini diwakafkan oleh almarhum Mbah Onen bin Umbang kepada DKM Masjid Al-Ikhlas, tapi kok tiba-tiba jadi yayasan,” jelasnya.

Dia juga menegaskan jika tuntutan mereka tak digubris, warga akan kembali berdemo dengan jumlah masa lebih besar. “Jika tuntutan kami tidak dikabulkan kami akan kembali berdemo dengan massa yang lebih banyak,” tegasnya.

Ditempat terpisah KH Ridwan selaku pengasuh Yayasan Al-Hasaniyyah menanggapi hal itu, ia menilai tuntutan warga dan ahli waris yang demo tersebut tidak mendasar, karena menurutnya Lahan serta bangunan yang dinilai mereka tidak termasuk ke dalam aset yayasan.

“Jadi tidak ada dasarnya tuntutan warga demo, karena lahan dan bangunan yang diwakafkan itu tidak termasuk dalam aset yayasan Al-Hasaniyyah” tegasnya.

Lebih lanjut dia menduga bahwa warga yang ikut demo adalah warga yang tidak paham sejarahnya dan hanya terpropokasi oleh oknum.

“Warga yang demo, saya menduga tidak tau sejarahnya, cuma ikut-ikutan aja dan terprovokasi dengan cerita yang tidak benar, jadi saya mah santai aja menanggapinya,” imbuhnya.

Ridwan Berharap kepada warga yang demo dan ahli waris paham sejarah agar tidak mudah terprovokasi oleh orang yang tak bertanggung jawab.

“Saya berharap kepada ahli waris dan masyarakat, harus paham dulu tentang sejarah dulunya, jangan sampai terprovokasi oleh orang yang tidak paham,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.