August 8, 2022

Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Ssst! Ada Kabar Baik Soal Omicron, Terungkap dalam Studi Terbaru

1 min read

Harianjabar.com – Studi terbaru menyatakan COVID-19 varian Omicron menimbulkan dampak long COVID lebih rendah dibanding varian Delta.

Penelitian yang dilakukan oleh King College London ini menemukan bahwa kemungkinan long COVID dari varian Omicron lebih rendah 20 hingga 50 persen dibandingkan varian Delta. Angka tersebut bervariasi tergantung pada usia pasien dan waktu vaksinasi terakhir mereka.

“Ini kabar baik, tapi tolong jangan hentikan layanan perawatan long COVID Anda yang lama,” pesan ketua peneliti Dr Claire Steves kepada penyedia layanan kesehatan, dikutip dari Reuters, Jumat (17/6/2022).

Studi ini diyakini sebagai penelitian akademis pertama yang menunjukkan Omicron tidak menimbulkan risiko besar menimbulkan long COVID, tetapi itu tidak berarti jumlah pasien long COVID menurun, kata tim peneliti tersebut.

Long COVID merupakan gejala berkepanjangan pada pasien COVID-19 yang telah dinyatakan negatif virus Corona namun masih merasakan gejala kelelahan hingga ‘brain fog’ yang membuat seseorang sulit berkonsentrasi. Kondisi ini dapat berlanjut selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

Menurut penelitian tersebut walaupun risiko long COVID pada varian Omicron rendah namun kasus penularan pada varian ini tetap tinggi.

Penelitian ini juga menunjukkan gejala lanjutan setelah terkena varian Omicron lebih rendah dibanding varian Delta bagi pasien yang telah menerima dua kali dosis vaksin.

Leave a Reply

Your email address will not be published.