August 8, 2022

Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Inovasi Anak Bangsa, GL Dexin+ Alkes Gigi Pencegah COVID-19

2 min read

Harianjabar.com – Pandemi COVID-19 memang buruk, tetapi keadaan itu membuat inovasi-inovasi baru, khususnya di bidang kesehatan. Salah satunya adalah alat kesehatan (alkes) bagi dokter gigi yang diklaim bisa mencegah penyebaran virus Corona.

PT Gerlink Utama Mandiri konsen melakukan riset untuk membantu penanganan COVID-19, khususnya untuk percepatan penyembuhan pasien terinfeksi virus. Salah Upaya yang dilakukan adalah dengan membuat alkes GL Dexin+ yang berfungsi menghisap droplet dari tindakan medis dokter gigi atau extra oral.

Selain itu, alat itu juga bisa menghisap cairan dari tindakan medis pada mulut intraoral. Salah seorang periset, Lena Lia Napitupulu mengatakan, alat ini bisa digunakan untuk praktek dokter gigi.

“Jadi mesin Dexin+ ini adalah mesin untuk suction intraoral dan extraoral yang sering digunakan di alat kedokteran gigi, khususnya praktek dokter gigi,” kata Lena

Lena mengungkapkan, suction extraoral itu untuk menyedot air atau udara yang keluar akibat dari tindakan dokter gigi misalnya pengeboran gigi dan timbul aerosol. Menurutnya, aerosol ini isu terpenting di masa pandemi, alhasil alkes ini keluar dan tercetus dari kejadian pandemi COVID-19.

“Jadi, aerosol yang keluar akan disedot oleh suction, tentunya alat ini menjadi alat inovasi karena dia disambungkan dikombinasi dengan alat suction intraoralnya juga. Intraoral suction itu sebenarnya sudah biasa dilakukan di alat kedokteran gigi, tapi sejak ada kejadian pandemi ini, kita gabungkan si suction extraoral dan intraoral sehingga untuk penularan aerosol dari tindakan kedokteran gigi akan semakin minimal untuk terjadi penularan aerosol dari mulut pasien,” ungkapnya.

Lena menjelaskan, produk buatan anak negeri. Perlu waktu dua tahun untuk melakukan risetnya.

“Ini dua fungsi dijadikan dalam satu mesin, artinya belum ada sampai saat ini mesin yang menggabungkan fungsi ini. Jadi memang suction intraoral sudah ada dan banyak digunakan dokter gigi, tapi suction extraoral ini baru keluar pada saat masa pandemi oleh isu aerosol itu,” ujar Lena.

Lena juga mengklaim, alkes dengan dua fungsi ini baru pertama di Indonesia dan harganya lebih murah dari alkes buatan luar negeri. “Kita gabungkan dua fungsi tersebut dalam satu alat yang praktis,” katanya.

Menurut Lena, alat ini sudah dipasarkan ke seluruh indonesia dan permintaanya cukup tinggi.

“Pada masa pandemi COVID-19 ini, suction extraoral menjadi alat wajib nantinya, tadi yang saya bilang sebenarnya suction extraoral ini baru keluar akibat dari isu pandemi, artinya kebutuhan untuk suction extraoral untuk praktek sangat tinggi,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.