Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Kemegahan Masjid Al Jabbar keadilan dalam kacamata kecil Gubernur Jawa Barat

3 min read

Harianjabar.com – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil belum lama ini meresmikan Masjid Raya Al Jabbar yang merupakan Masjid Agung Provinsi Jawa Barat. Masjid ini langsung mencuri perhatian masyarakat.

Media social Ridwan Kamil yang sekaligus sebagai perancang masjid tersebut banjir komentar. Yang menonjol mulai dari mempertanyakan lokasinya di Gedebage, hingga biaya pembangunannya yang menyedoy anggaran Provinsi tembus Rp 1 Triliun.

Ridwan Kamil sempat menceritakan pemilihan Gedebage tersebut di sela peresmian masjid tersebut pada 30 Desember 2022. Bermula dari pembicaraan panjangnya dengan Ahmad Heryawan tahun 2015, Gubernur Jawa Barat itu. Emil, sapaan Ridwan Kamil, saat itu masih menjabat sebagai Wali Kota Bandung.

Aher, sapaan Ahmad Heryawan saat itu tengah mencari lokasi untuk membangun masjid provinsi yang selama ini menumpang di Masjid agung yang berada di pinggir Alun – alun Kota Bandung.

Awalnya Aher berencana merenovasi Masjid Agung Bandung menjadi masjid Provinsi. Rencana batal karena sudah tidak memungkinkan memperbesar masjid tersebut karena lahan yang sempit dan Kawasan seputarnya sudah padat.

“Sehingga waktu itu kita mencari lokasi baru yang layak untuk masjid besar yang mewakili jumlah penduduk Jabar,” kata Aher, dalam keterangannya, 29 Desember 2022.

Rencana membangun masjid kemudian tertambat di Gedebage, Bandung. Aher mengaju, ide tersebut terbesit melihat bobotoh, sebutan pendukung Persib Bandung yang dipikirkannya keselitan mencari masjid setelah menonton laga di Stadion Geora Bandung Lautan Api. Stadion tersebut hanya berjarak sekitar setengah kilometer dari lokasi masjid ini.

Di Gedebage, Pemerintah Provinsi juga sudah lama berencana membangun embung. Tahun 2015 Pemerintah Provinsi sudah menyiapkan dana membeli lahan milik masyarakat Gedebage untuk membangun embung Bersama BBWS Citarum, Kementerian PUPR.

Aher mendiskusikan tersebut dengan Ridwan Kamil, yang dikemudian mengusulkan hal yang sama. Ridawan Kamil mengaku, termasuk yang mendorong Jawa Barat memliki masjid sendiri untuk level Provinsi.

“Maka saya bilang ke pak Aher, sebaiknya di zaman bapak kita ikhtiarkan Provinsi Jawa Barat dengan pemduduk muslim terbesar sedunia berjumlah 48 juta jiwa harus memiliki masjid raya seperti Provinsi – provinsi lain,” kata dia.

Ridwan Kamil juga mengajukan diri merancang masjid tersebut. “itu terjadi ditahun 2015,” kata dia.

Aher sempat menanyakan lokasi masjid tersebut yang ideal. Ridwan Kamil pun menawarkan Kawasan Gedebage karena sejumlah alasan.

“Sebaiknya di selatan Kota Bandung. Tanahnya masih leluasa, sudah ada Stadion GBLA, dan masa depan kereta api cepat stasiunnya aka nada di Tehalluar, hanya 5 menit kalua disambung dengan sebuah transportasi. Diputuskanlah olah kami lokasinya disini. Kemudian saya tambahkan,pak Aher itu daerah banjir, sebaiknya kita bangun infrastruktur anti banjit yaitu danau retensi,” kata dia.

Hingga tercetuslah ide membangun masjid megah yang terapung diatas embung. Pembangunan masjid yang direncananya dimulai tahun 2016 molor hingga baru dimulai tahun 2017.

Peletakan batu pertama Masjid Raya Al Jabbar dilakukan oleh Aher pada 29 Desember 2017. Rencananya tersendat gara – gara pembebasan lahan yang berjalan lambat, serta tender kontruksi yang sempat dibatalkan dan harus mendapat koreksi dati tim ITB.

Saat peletakan batu pertama, aher langsung mengumumkan nama masjid tersebut Al Jabbar. Aher juga mengumumkan biaya membangun masjid tersebut menembus Rp. 913,8 miliar.

Pendanaan menggunakan skema tahun jamak, artinya di setiap tahun APBD Jawa Barat mewajibkan menyisihkan dana untuk merampungkan pembangunan masjid tersebut. Pembangunan masjid sendiri diperkirakan memakan waktu dua tahun, Masjid di targetkan rampung pada tahun 2019.

“Mulai tahun ini, di akhir tahun, karena (anggarannya) tahun jamak, tidak ada jeda langusng diawal Januari 2018 akan langusng dilakukan pembangunan sampai akhir Desember 2018. Insya Allah sekitar 70 persen akan selesai,” kata Aher, 29 Desember 2017.

Guntoro, kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat saat itu mengatakan, biaya Rp 913 miliar untuk membangun masjid, Menara, kola, retensi, dan biaya pembebasan lahan.

“Anggaran yang digunakan dari APBD Jawa Barat sepenuhnya, tahap pertama sebesar Rp 511 miliar. Tahao pertama ini akan selesai pada 31 Desember 2018,” kata dia, 29 Desember 2017.

Pada peresmian Masjid Al Jabbar, Jumat 30 Desember 2022, Ridwan Kamil didampingi wakilnya Uu Ruzhanul Ulum, keduanya memukul bedug tanda peresmian masjid tersebut. Wakil Presiden Ma’ruf Amin hadir secara virtual menyaksikan peresmian masjid tersebut Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan juga melipir menyaksikan peresmian masjid tersebut kdisela kunjungan kerjanya meninjau sejumlah pasar hari itu.

“Alhamdulillah masjid terbesar di Jawa Barat MRAJ hari ini diresmikan. Mulai sekarang masyarakat silahkan memanfaatkan untuk berbagi kegiatan peribadatan serta fasilitasnya sangat lengkap dan terlengkap se-Indonesia,” kata Ridwan kamil.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *