Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Soal Penyelewengan Bantuan Gempa, Ribuan Warga Datangi Pendopo Cianjur

2 min read

Harianjabar.com – Ribuan massa aksi dari Aliansi Masyarakat Menggugat (Amanat) menggeruduk Pendopo Pemkab Cianjur untuk menyampaikan aspirasi soal sejumlah bantuan rumah rusak hingga logistik yang masuk diduga banyak penyelewengan, Rabu (11/01/2023), Pagi.

Salah satu koordinator lapangan (Korlap) massa aksi Amanat Cianjur mengatakan bahwa masyarakat merasa kecewa kepada Bupati Cianjur Herman Suherman yang tidak hadir. Padahal, massa aksi butuh penjelasan yang secara rinci terkait bantuan gempa.|

“Ya! Harusnya datang ikut menerima kami dengan baik dan hargai sebagai warga Cianjur,” katanya, saat audensi berlangsung di salah tempat di komplek Masih ujar Galih, bahkan aksi unras pertama dan aksi kedua sudah menyampaikan terkait bantuan logistik dan uang tunai dari berbagai pihak yang dikucurkan ke Pemkab Cianjur.

“Ini ada dugaan LO ini ada oknum juga kadis menimbun logistik dan bantuan lainnya,” terangnya, harusnya bisa dibuat tim perivikasi independen, serata menimpalkan.

Jelas Galih, kucuran Rp6,5 miliar itu di lapangan. Bahkan cek di lapangan Rp12 miliar tidak ada terealisasikan, malam mengajukan longsor di Cianjur Selatan.

“Perlu disampaikan mereka yang terdampak gempa sampai ada tidur di tenda dan pada sakit kondisinya seperti apa. Ya! Karena kedinginan,” ucapnya.

Ketika dana stimulan, masih ujar Galih, dibok tidak bisa diambil. Akan dialihkan kepada pihak ketiga, dan ada dugaan anggaran masyarakat akan dicomot. Dan, pihak ketiga mungkin tidak mau rugi ingin untung gak mau rugi.

“Nah! Apa susahnya salurkan ke masyarakat dengan baik hanya tinggal membuat SPJ,” geramnya.

Ia memaparkan, anggaran bantuan dibangun diserahkan pihak ketiga dan menolak keras. Bahkan satu bulan itu warga tidak membangun rumah, hingga saat ini.

“Soal pendataan jadi permalasahan ada yang tak menang jadi mendapatkan bantuan rusak. Ko bisa,” papar Galih.

Ia menambahkan, tidak ada niatan mau menggulingkan bupati ini hanya hanya keritik membangun saja.

“Bila tidak ada realisasi dan penjelasan kami akan turun ke jalan kembali unras lagi,” tutup Galih.

Terpisah, Sekda Kabupaten Cianjur Cecep Alamsyah mengatakan, bantuan masih banyak belum terakomodir atau belum tersalurkan secara menyeluruh. Dan, intinya akan ditampung aspirasi disampaikan oleh massa aksi unras saat ini.

“Akan ditindaklanjuti soal laporan dan penemuan di lapangan saat ini yang diaspirasikan,” katanya.

Ia menambahkan, intinya pemerintah tidak akan mungkin pemotong anggaran bantuan logistik maupun tunai rumah rusak.

“Saya jamin hal itu dan ini tentu menjadi bahan pekerjaan rumah (PR) bersama. Mari kita pantau bersama-sama,” tutup Sekda Pemkab Cianjur. (Mul)

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *