Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Kasus Penyelewengan Dana Donasi Rp 117 Miliar, 3 Petinggi ACT Akan Divonis

2 min read

Harianjabar.com – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan membacakan vonis terhadap tiga terdakwa kasus dugaan penyelewengan dana donasi dari Boeing Community Investment Fund (BCIF) untuk keluarga korban kecelakaan Lion JT610 oleh Yayasan Filantropi Aksi cepat Tanggap (ACT)

Ketiga terdakwa yang dimaksud yakni, mantan Presiden sekaligus pendiri ACT, Ahyudin, mantan Presiden ACT Ibnu Khajar, dan mantan Dewan Pembina ACT Hariyana binti Hermain.

Sidang akan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan hari ini, pukul 09.00 WIB. Peradilan tersebut dihelat secara terbuka. “Agenda untuk putusan,” tulis dalam laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakarta Selatan, dikutip Selasa (24/1/2023).

Sebagai informasi, dalam perkara ini ahyudin dituntut tindak pidana penjara 4 tahun bersama dengan dua terdakwa lainnya.

Adapun terdakwa lain yang turut dituntut dalam perkara ini adalah, Presiden ACT periode 2019-2022 Ibnu Khajar dan Dewan Pembina ACT Heriyana Hermain.

“Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa selama empat tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah terdakwa tetap ditahan,”kata jaksa penuntut umum (JPU) saat membacakan amar tuntutan, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (24/1/2023).

Dalam sidang tuntutan ketiga terdakwa menghadiri sidang dengan agenda tuntutan tersebut melalui daring dari rumah tahanan (rutan) Bareskrim Polri.

Ahyudin bersama-sama Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) periode 2019-2022, Ibnu Khajar dan eks Senior Vice President Operational ACT, Hariyana binti Hermain didakwa menggelapkan dana bantuan sosial dari Boeing Community Investment Fund (BCIF) untuk keluarga korban kecelakaan Lion Air 610.

Total dana yang diselewengkan yaitu sebesar Rp 117.982.530.997.

Ketiganya diyakini jaksa telah secara sah dan meyakinkan terbukti melanggar Pasal 374 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *