Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Penculikan Anak oleh Ayah Tiri di Garut, Di Selesai lewat Jalur Restorative Justice

2 min read

Harianjabar.com – Kasus yang ditangani Kepolisian Resor (Polres) Garut selama ini terbilang tinggi. Dari sekian banyaknya kasus, terdapat sejumlah kasus yang pada akhirnya diselesaikan dengan cara restorative justice atau keadilan restoratif.

Menurut Kapolresg Garut AKBP Rio Wahyu Anggoro, selama tahun 2022, pihaknya telah menyelesaikan kasus secara cara restorative justice sebanyak 265 kasus. Sedangkan awal 2023 tepatnya hingga akhir Januari, telah ada 23 kasus yang diselesaikan secara cara restorative justice .

Menurut Rio, kebijakan penyelesaian kasus dengan cara cara restorative justice dilakukan untuk perkara tindak pidana yang tergolong ringan. Hal ini sebagaimana diatur dalam Pasal 364, 373, 379, 384, 407, dan 483 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang hukumannya pidana penjara paling lama 3 bulan atau denda Rp2,5 juta.

“Perkara yang kami selesaikan secara cara restorative justice yakni perkara yang berdasarkan aturan hukum bisa berlaku apabila kedua belah pihak memilih jalur damai.

Perkara yang diselesaikan secara cara restorative justice ada yang berupa laporan polisi maupun pengaduan,” ujar Rio, Jumat 27 Januari 2023.

Disampaikannya, salah satu perkara yang diselesaikan secara cara restorative justice yakni dugaan penculikan anak oleh ayah tirinya di wilayah Kecamatan Cibalong. Hasil penyelidikan yang dilakukan kepolisian menyebut tidak ditemukan adanya indikasi pelanggaran hukum yang dilakukan sang ayah terhadap anak baik berupa pemaksaan maupun kekerasan.   

Selain itu, imbuhnya, dari hasil pertemuan antara pihak pelapor dan terlapor, juga telah dicapai kesepakatan untuk menyelesaikan perkara ini secara cara restorative justice. Dengan demikian, penanganan perkara ini dianggap sudah selesai sehingga tidak perlu dilakukan proses hukum.  

Diungkapkan Rio, penanganan kasus ini berawal dari adanya laporan warga berinisial M, warga Cibalong, pada tanggal 22 November 2022 lalu. Ia melaporkan MAS yang tak lain menantunya sendiri atas tuduhan telah menculik cucu perempuannya berinisial RAP yang baru berusia 8 tahun.

MAS tersebut, imbuh Rio, merupakan ayah tiri dari RAP, diketahui ia telah ikut merawat RAP sejak RAP masih bayi. Sebelum MAS membawa pergi RAP serta seorang anaknya yang lain, telah terjadi percekcokan antara MAS dan istrinya berinisial R yang menyebabkan R pergi meninggalkan rumah.

“Setelah R pergi dari rumah, MAS pun memutuskan pergi dengan membawa dua anaknya termasuk RAP. Nenek dari RAP yang juga mertua dari MAS pun menduga bahwa MAS telah menculik RAP sehingga ia memutuskan untuk melaporkan MAS ke polisi,” katanya.

Disampaikannya, usai menerima laporan, polisi langsung bergerak melakukan pengejaran terhadap MAS. Hingga akhirnya, jajaran Unit PPA Satreskrim Polres Garut berhasil menemukan keberadaan MAS dan RAP di wilayah Desa Saribakti, Kecamatan Peundeuy, Garut pada Senin 23 Januari 2023.

Petugas pun langsung mengamankan MAS dan RAP ke Mapolres Garut. Namun diungkapkan Rio, hasil penyelidikan menyatakan bahwa MAS tidak bermaksud untuk menculik RAP, tapi hanya membawanya pergi dan itu pun diakuinya berdasarkan kemauan RAP, tidak ada unsur paksaan atau kekerasan.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *