Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Polisi Dor Kaki Geng Motor Pembacok Di Cimahi

2 min read

Harianjabar.com – GS (23) dan AB (22) akhirnya meringkuk di balik jeruji besi setelah diamankan jajaran Satreskrim Polres Cimahi. Keduanya merupakan pelaku pembacokan mahasiswa asal Kota Cimahi.
Aksi brutal dua pemuda anggota geng motor itu terjadi pada 22 Januari 2023. Mereka membacok dan menganiaya AR (19),warga Jalan Pasantren, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi.

Kapolres Cimahi AKBP Aldi Subartono mengatakan dua pelaku diamankan di dua lokasi berbeda setelah sempat kabur-kaburan selama lebih dari sepekan setelah aksi sadisnya.

“Pelaku GS dan AB ditangkap oleh Satreskrim Polres Cimahi di daerah Cibabat pada tanggal 4 Februari. Mereka ini pelaku penyerangan mahasiswa asal Kota Cimahi,” ujar Aldi saat ditemui di Mapolres Cimahi, Kamis (9/2/2023).

Selain GS dan AB, Aldi menyebut masih ada seorang pelaku lagi yang berstatus DPO. Pelaku berinisial AFA itu berperan sebagai joki saat peristiwa penyerangan terjadi.

“Jadi untuk AFA ini dia joki, tapi masih berstatus DPO. Sedangkan tersangka GS dan AB yang menganiaya korban dengan menggunakan celurit dan genting,” kata Aldi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif penyerangan tersebut yakni mencari korban secara acak meskipun sebelumnya mereka sempat menanyakan pada korban apakah anggota geng motor tertentu atau bukan.

“Jadi memang random saja korbannya, karena korban dengan pelaku tidak saling kenal. Ditambah tersangka ini sudah mengonsumsi minuman keras,” kata Aldi.

“Hasil pemeriksaan para pelaku mengaku dari kelompok geng motor GBR, ini masih kami dalami terkait pengakuan dari para pelaku ini,” tambahnya.

Para tersangka sendiri diberikan tindakan tegas dan terukur. AB dan GS berjalan terpincang-pincang karena mereka melawan petugas saat hendak diamankan.

“Mereka membahayakan petugas sehingga kita berikan tindakan tegas dan terukur. Para pelaku kita kenakan Pasal 170 ayat 2 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 9 tahun,” tutur Aldi.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *