Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Airlangga: Industri 4.0 Tingkatkan PDB 2% – Harianjabar.com

2 min read

Bandung (harianjabar.com) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut implementasi Industri 4.0 akan meningkatkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) hingga 1 sampai 2% per tahun dari baseline, mulai 2018 sampai 2030.

“Inisiatif making Indonesia 4.0 juga menciptakan lebih dari 10 juta tambahan lapangan kerja dan kontribusi sektor manufaktur didongkrak dari sekitar 19% menjadi 25% pada 2030,” katanya dalam Peringatan Hari Pendidikan Teknik ke-77 Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Jumat (17/2) seperti dilansir Antara.

Ke depan sektor industri nasional harus bersiap menghadapi kelanjutan dari Industri 4.0 yakni Society 5.0 melalui kehadiran smart cities dan kehidupan masyarakat yang lebih terdigitalisasi.

“Indonesia menyiapkan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sebagai smart cities untuk menyiapkan masyarakat masuk ke Society 5.0,” katanya.

Pada saat yang sama, hilirisasi komoditas berbasis sumber daya alam (SDA) juga terus didorong dan ketergantungan pada impor juga terus dikurangi mengingat sebesar 91,35% dari total impor masih berupa impor bahan baku, penolong, dan barang modal.

“Ini tantangan agar fakultas teknik bisa memperdalam struktur industri permesinan, khususnya di sektor agro. Selanjutnya di sektor padat modal seperti minyak bumi, elektronik dan bahan kimia juga perlu dikembangkan riset dan pengembangannya untuk kurangi impor,” katanya.

Pemerintah juga menyiapkan sejumlah insentif fiskal seperti super deduction tax untuk mendorong implementasi industri 4.0 dan mengurangi impor.

“Perguruan tinggi dan pelaku usaha diharapkan bisa bekerja sama agar kedaulatan teknologi dan energi bisa tercapai. Universitas diharapkan memanfaatkan ekosistem untuk riset yang fokus,” ucapnya.

Sebelumnya, Airlangga menyebut Indonesia pun harus siap menghadapi perubahan menjadi Society 5.0, di mana sejumlah besar informasi dari sensor wilayah fisik diakumulasikan ke dalam wilayah maya (cyberspace).

Dalam cyberspace, big data dianalisis oleh Artificial Intelligence (AI), dan hasilnya akan dikembalikan ke wilayah fisik untuk dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Kuncinya adalah tetap kita harus membangun talenta digital dan meningkatkan literasi digital kepada masyarakat umum,” imbuh Airlangga.

Ia menambahkan, semua pemangku kepentingan mempunyai peran penting dalam pengembangan kewirausahaan dan ekosistem digital, termasuk dari Lembaga Pendidikan Tinggi atau Universitas.

“Kita menggunakan konsep pentahelix yang di dalamnya terdapat unsur Pemerintah, komunitas, akademisi, pengusaha, dan media. Di sini, Pemerintah menjadi fasilitator juga regulator, sementara akademisi menjadi pencetus kurikulum kewirausahaan yang bagus, dan pendorong penciptaan lebih banyak lagi perusahaan startup yang dimulai dari inovasi mahasiswa,” ucapnya.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *