Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Jaksa Hadirkan Ahli Digital Forensik di Sidang Narkoba Irjen Teddy Minahasa

2 min read

Jakarta (harianjabar.com) – Sidang kasus peredaran narkotika dengan terdakwa mantan Kapolda Sumatera Barat Irjen Teddy Minahasa kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat. Agenda persidangan hari ini ialah pemeriksaan saksi ahli.
Pantauan di PN Jakarta Barat, Kamis (2/3/2023), sidang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Sidang digelar di ruang sidang utama Kusumah Atmadja. Teddy pun terlihat hadir secara langsung dalam persidangan ini.

“Terdakwa Teddy Minahasa, saudara sehat?” tanya Hakim Ketua Jon Sarman.

“Alhamdulilah sehat, Yang Mulia,” jawab Teddy.

Seorang saksi ahli digital forensik, Rujit Kuswinoto, dihadirkan jaksa pada persidangan hari ini. Jaksa menyampaikan seharusnya ada dua saksi yang dihadirkan, namun saksi ahli bahasa belum memberikan konfirmasi.

“Mohon izin Yang Mulia, bahwa hari ini kami penuntut umum telah memanggil dua orang ahli. Namun yang hadir saat ini barulah satu orang, jadi yang satunya belum mengonfirmasi ke kami, jadi kami mengajukan satu dulu Yang Mulia sambil menunggu adanya konfirmasi sambil berjalan,” ujar salah satu anggota tim jaksa penuntut umum (JPU).

Dalam kasus ini, Teddy Minahasa didakwa menawarkan, membeli, menjual, dan menjadi perantara narkotika golongan I bukan tanaman jenis sabu hasil barang sitaan seberat lebih dari 5 gram. Perbuatan itu dilakukan Teddy bersama tiga orang lainnya.

“Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan, tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I bukan tanaman, yang beratnya lebih dari 5 (lima) gram,” kata jaksa saat membacakan dakwaan di PN Jakbar, Kamis (2/2).

Tiga orang yang dimaksud adalah mantan Kapolres Bukittinggi AKBP Doddy Prawiranegara, Syamsul Maarif, dan Linda Pujiastuti. Mereka didakwa dengan berkas terpisah.

“Bahwa terdakwa bersama-sama dengan saksi Doddy Prawiranegara, saksi Syamsul Maarif bin Syamsul Bahri dan saksi Linda Pujiastuti alias Anita (masing-masing dilakukan penuntutan secara terpisah Splitzing),” kata jaksa.

Teddy didakwa Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 55 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *