Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Jabar Hari Ini: Murkanya RK hingga Pisau Tak Bergagang di TKP Pembunuhan

7 min read

Harianjabar.com – Berbagai peristiwa terjadi di Jawa Barat (Jabar) hari ini. Seperti murka Gubernur Jawa Barat atas rusaknya hutan lindung Ranca Upas, hingga ditemukan bukti pisau tak bergagang pada kasus pembunuhan Lisnawati.
Semua terangkum dalam berita Jabar Hari Ini.

Murka Ridwan Kamil Imbas Ranca Upas Rusak Akibat Event Trail
Kawasan Ranca Upas di Kabupaten Bandung sedang menjadi sorotan. Penyebabnya, karena event trail yang berujung ricuh pada pekan lalu mengakibatkan rusaknya kawasan yang ditetapkan sebagai hutan lindung di Provinsi Jawa Barat tersebut.

Video petani yang emosi akibat kebun edelweisnya rusak sempat viral sosial media. Peristiwa ini memantik kecaman dari banyak kalangan dari aktivis lingkungan hingga pejabat setempat.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga turut murka setelah event tersebut merusak keanekaragaman hayati di kawasan yang masuk sebagai hutan lindung itu.

“JIKA TIDAK PROFESIONAL, EVENT SEPERTI INI JANGAN DIBERI IJIN,” tulis Ridwan Kamil di akun Instagram pribadinya @ridwankamil sebagaimana dilihat detikJabar, Jumat (10/3/2023).

Ridwan Kamil berharap insiden ini tak terulang. Ia menekankan, jika panitia penyelenggara kegiatan apapun nantinya tidak bisa memberikan garansi atas event tersebut, maka tidak perlu dibikan izin oleh pengelola.

“Semoga tidak terulang ke depannya. Jika panitia penyelenggara acara apapun tidak bisa memberi keyakinan akan penyelenggaraan yang profesional, sebaiknya jangan diijinkan oleh Pengelola Kawasan,” tutur pria yang kerap disapa RK tersebut.

Ridwan Kamil juga meminta panitia dan peserta segera turun memperbaiki kawasan Ranca Upas yang rusak. Sebab menurutnya, kelestarian alam harus terus dijaga.

“Kelestarian alam lingkungan adalah yang utama dan harus tetap dijaga dalam kondisi apapun. Kepada panitia dan peserta sebaiknya gotong royong memperbaiki kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh kegiatan ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan event motor trail di Rancaupas, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung tidak memiliki izin. Hal tersebut diketahui setelah dilakukan pengecekan kepada pihak terkait.

“Saya cek ke Kadispora, saya cek juga ke IMI Kabupaten Bandung, dan saya cek juga ke kadis LH terkait proses perizinan,” ujar Dadang, saat live di Detik Pagi, Kamis (9/3/2023).

“Biasanya kalau ada event seperti itu ada surat permohonan dan sebagainya. Nah setelah saya tanya kepada Kadispora, karena leading sektornya adalah olahraga, menurut kadis itu tidak ada informasi sama sekali,” tambahnya.

Dia menjelaskan event tersebut bisa dikatakan ilegal. Pasalnya tidak memiliki izin dari pihak terkait. “Iyah (ilegal) bisa dikatakan seperti itu,” tegasnya.

Dadang menginstruksikan Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung untuk segera melakukan penanaman kembali tanaman di area yang rusak. Hal itu juga harus disinergikan dengan para pegiat lingkungan.

Viral Aksi Solidaritas Pelajar SMP Tasik Urunan Belikan Sepatu Teman
Setelah beberapa waktu ini warganet dibuat miris dengan aksi perundungan, perkelahian, dan bentuk kenakalan pelajar lainnya, kini dibuat terharu. Konten inspiratif muncul dari pelajar di Kota Tasikmalaya yang menjadi viral.

Dalam video mengisahkan sekelompok siswa SMP Negeri 3 Kota Tasikmalaya yang urunan atau patungan untuk membelikan sepatu bagi temannya, seakan menjadi bukti bahwa masih banyak pelajar yang baik atau setidaknya menampilkan konten yang positif.

Video itu menyebar luas setelah diunggah oleh akun twitter @tukangsayatkulit. Dalam video berdurasi 27 detik, nampal sejumlah pelajar kelas 8B SMP Negeri 3 Kota Tasikmalaya membelikan sepatu untuk temannya.

Ekspresi kegirangan dari siswa yang dibelikan sepatu itu sukses menyentuh hati warganet.

“Jadi awalnya ada temen aku cowok, bilang ke temen-temen ada temen kita yang sepatunya udah bolong. Terus dia ngajak patungan. Ya udah kita patungan, ada orangtua juga yang nambahin,” kata Raisya (14) siswa kelas 8B SMPN 3 Kota Tasikmalaya, Jumat (10/3/2023) saat ditemui detikJabar.

Selanjutnya ada uang yang terkumpul sekitar Rp 217 ribu, lalu dibelikan sepatu via toko online.

“Kami udunan Kamis kemarin (2 Maret 2023), belinya dipesan dan divideoin Selasa 7 Maret 2023 lalu diupload di medsos, nggak ada niat mau diviralkan,” kata Raisya.

Dia mengatakan motivasi patungan membelikan sepatu untuk teman didorong oleh rasa solidaritas. Dia tidak mengetahui mengenai kondisi ekonomi keluarga temannya itu.

Mereka hanya terdorong karena melihat temannya itu memakai sepatu jebol sudah lama. “Kalau itu tidak tahu, kita hanya ingin membantu saja,” kata Raisya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Ely Suminar mengapresiasi aksi para pelajar SMP tersebut. Menurut dia ini menjadi salah satu indikator positif dari penerapan pendidikan karakter bagi pelajar di Kota Tasikmalaya.

Dia bersyukur dengan adanya aksi itu menandakan pendidikan karakter yang diberikan ke siswa mengkristal menjadi aksi nyata.

“Hasil pendidikan karakter, membuktikan bahwa anak-anak kita mempedulikan sahabat-sahabatnya. Itu suatu hal yang patut diapresiasi dari kami ya untuk anak-anak. Bahwa banyak juga anak-anak yang baik, tidak seperti dibayangkan,” jelas Ely.

Vandalisme Teror Bangunan Pemerintah hingga Mobil di Cianjur
Aksi vandalisme menggunakan simbol A dalam lingkaran atau yang biasa disebut Anarki terjadi di Cianjur. Simbol itupun bermunculan di berbagai bangunan milik pemerintah, tembok rumah warga, hingga kendaraan pribadi yang terparkir di depan kantor pemerintahan.

Pantauan detikJabar, aksi vandalisme dengan gambar lambang Anarki menggunakan pilok putih itu terdapat di beberapa lokasi di kawasan Jalan Slamet Riyadi dan jalan menuju SMPN 1 Cianjur.

Simbol itu digambar di pintu masuk Stadion Badak Putih, tembok bangunan aset pemerintah, pintu rumah warga, hingga sebuah mobil yang terparkir di kantor Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Cianjur.

Taufik, salah seorang staf Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Cianjur mengaku, baru mengetahui adanya aksi vandalisme lewat media sosial pada Jumat (10/3/2023) pagi.

“Saya lihat di medsos, ketika saya cek di parkiran ternyata benar ada mobil hitam yang body bagian kirinya dicoret dengan simbol A dan lingkaran. Selain itu ada juga di pintu rumah depan kantor dan tembok di sebelah kantor perpustakaan daerah,” kata dia, Jumat (10/3/2023).

Dia mengatakan mobil tersebut milik warga yang terparkir di halaman Kantor Dinas Perpustakaan Daerah. “Itu mobil warga, tapi memang terparkir di halaman kantor. Kalau dicoretnya kemungkinan semalam, karena kemarin saya tidak lihat ada coretan di mobil itu,” kata dia.

Taufik juga mengatakan, belum ada CCTV yang terpasang di halaman kantornya tersebut, karena merupakan gedung baru. Selain itu, selama ini mobil milik pegawai dinas diparkir di halaman belakang gedung.

“CCTV belum terpasang karena ini gedung baru. Selama ini juga aktivitas lebih banyak dilakukan di bagian belakang gedung,” kata dia.

Kapolres Cianjur, AKBP Doni Hermawan mengungkapkan, pihaknya akan lakukan pengecekan terkait aksi vandalisme tersebut.

“Kita akan lakukan pengecekan, jika menang terjadi aksi vandalisme, kita akan lakukan pencarian terhadappelakunya,” ujarnya saat ditemui diMapolresCianjur.

Kuasa Hukum Yakin Penabrak Lari Mahasiswi Cianjur Bukan Sopir Audi
Sugeng Guruh, sopir mobil Audi hitam yang menabrak mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Suryakencana (Unsur) Cianjur, telah ditetapkan sebagai tersangka.
Tragedi ini merenggut nyawa Selvi Amalia Nuraeni di Jalan Raya Bandung-Cianjur, Desa Sabandar, Kecamatan Karangtengah, Cianjur pada Jumat (20/1/2023) lalu.

Namun, Yudi Junadi, kuasa hukum tersangka Sugeng Guruh tetap berpegang keyakinan bahwa kliennya tidak bersalah. Guruh diyakini bukan pelaku tabrak lari yang menewaskan mahasiswi Cianjur Selvi Amalia.

Menurutnya bantahan jika Sugeng tidak bersalah diperkuat dengan adanya pemberitaan yang muncul beberapa hari lalu, dimana mobil Pajero diduga yang merupakan penabrak korban.

Pemberitaan itu juga selaras dengan keterangan dari salah seorang saksi yakni sopir angkot yang mendengar suara benturan sesaat setelah berpapasan dengan mobil Pajero.

“Kesimpulan sementara kita bersumber dari keterangan saksi Yusandi yakni sopir angkot yang mendengar setelah bbrp detik angkot berpapasan dengan mobil Pajero terdengar suara braaakk (benturan). Setelah itu saksi tidak melihat ada mobil audi,” kata dia saat dihubungi melalui telepon seluler, Jumat (10/3/2023).

Yudi mendesak agar semua mobil rombongan kembali diaudit, terutama mobil Pajero. Jika dilakukan reka ulang adegan kembali saat proses lebih lanjut, dia meminta agar sopir angkot tidak lagi diperanka oleh pemeran pengganti.

“Sopir angkot juga harus dihadirkan jangan pakai paran pengganti. Karena itu fakta yang membantah, bahwa terduga penabrak itu bukan audi tapi pajero,” ucap dia.

Ditanya terkait dugaan adanya upaya pengaburan pelaku, Yudi mengaku tidak ingin beropini. “Soal ada pengaburan fakta, saya tidak mau beropini. Biar publik yang menguji,” ucap dia.

Pisau Tak Bergagang di TKP Pembunuhan Cimahi
Pandangan Yanto Suparna (62) terantuk ke sesosok jasad penuh darah tergeletak di dekat kandang ayam, Kampung Ranca Cangkuang, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Waktu menunjukan pukul 07.30 WIB, Selasa (7/3).

“Saya ke kebun itu sekitar jam 07.30 WIB, nah saya lihat ada perempuan tergeletak. Tapi belum berani mendekat, akhirnya saya ke yang punya lahan sama ke Bhabinkamtibmas,” ujar Yanto saat ditemui di lokasi kejadian.

Polisi menggelar penyelidikan. Diketahui jasad itu adalah Lisnawati (26), seorang perempuan asal Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ditemukan tewas di dekat kandang ayam. Polisi menyebut perempuan itu korban pembunuhan.

Polisi terus mendalami kasus dugaan pembunuhan pada ibu rumah tangga ini. Kasatreskrim Polres Cimahi AKP Luthfi Olot Gigantara mengatakan pihaknya menemukan barang bukti berupa senjata tajam jenis pisau dapur di sekitar lokasi penemuan mayat Lisnawati.

“Dari hasil olah TKP dibantu unit K9 Sat Sabhara Polres Cimahi, kami menemukan pisau di dekat jasad korban. Pisau tanpa gagang dengan jarak penemuan cukup dekat dari korban,” ujar Luthfi saat ditemui di Mapolres Cimahi, Jumat (10/3/2023).

Pisau tersebut diduga kuat merupakan alat yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban. Hal itu selaras dengan hasil autopsi yang dilakukan di Rumah Sakit Sartika Asih bahwa ada luka bekas tusukan senjata tajam di leher korban.

“Sesuai hasil autopsi, di tubuh korban ada luka terbuka di leher sebelah kiri. Kemudian ada luka memar bekas penganiayaan di bagian wajah, tepatnya pertengahan sekitar kelopak mata,” ujar Luthfi.

Saat ini pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi mata terkait kasus dugaan pembunuhan tersebut. Di antaranya keluarga korban serta warga di sekitar lokasi penemuan jasad korban.

“Saksi yang diperiksa 4 orang, terutama mereka yang mengetahui jasad korban ditemukan. Kemungkinan masih ada penambahan saksi sesuai dengan kebutuhan,” kata Luthfi.

Sementara itu Iceu Yuningsih, ketua RT setempat, mengatakan kalau lokasi penemuan jasad korban Lisnawati jarang dilintasi oleh warga di kampung tersebut.

“Dulu jalan aktif, sekarang semenjak ada pembangunan kereta cepat sudah ditutup. Jadi nggak pernah ada yang lewat situ kecuali yang mau ke kebun,” tutur Iceu.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *