Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Saat Akses JIS dan GBK Usai Bubaran Konser Dibanding-bandingkan

3 min read

Jakarta (harianjabar.com) – Akses untuk keluar dari Jakarta International Stadium (JIS) dan Stadion Gelora Bung Karno (GBK) saat bubaran konser dibanding-bandingkan oleh penonton. Akses untuk keluar dari kawasan GBK dinilai lebih baik.
Perbandingan itu disampaikan oleh penonton konser BLACKPINK yang digelar pada Sabtu (11/3/2023) malam. Akses bubaran konser BLACKPINK di GBK itu dibandingkan dengan akses saat bubarkan konser Dewa 19 dan JISPHORIA di JIS beberapa waktu lalu.

Perbandingan itu disampaikan oleh Ika usai menonton konser BLACKPINK di GBK. Dia mengaku sempat menonton konser di JIS dan merasa akses keluar dari GBK lebih mudah.

“Oh iya (lebih mudah akses GBK), kita sudah ngonser di JIS. Sebelum (konser Dewa 19), kalau Dewa suami saya. Kalau sebelumnya kita nonton JISPHORIA itu yang ada iKon,” kata Ika usai konser BLACKPINK hari pertama.

Ika menyebut akses keluar dan masuk di JIS lebih sulit dibandingkan GBK. Dia mengatakan lokasi parkir di JIS sangat minim dan akses transportasi umumnya masih terbatas.

“Parah, mendingan ini lah (GBK), jauh. Parah aja, kendaraan pribadinya nggak bisa parkir, nggak ada parkiran. Memang diimbau nggak bawa kendaraan (untuk) parkir. Kalau kemarin, Dewa malah suruh parkir di Ji Expo kan, karena ada shuttle (bus), eh shuttlenya begitu,” kata Ika.

Ika mengatakan penonton bisa keluar dari GBK lewat beberapa pintu. Sementara di JIS, katanya, penonton hanya bisa melewati satu pintu utama.

Dia mengatakan hal itu memicu penumpukan. Dia mengatakan jumlah pengunjung tak sebanding dengan pintu keluar JIS.

“Dia itu (JIS) pintunya cuma satu, terus depannya langsung Halte TransJakarta itu kecil. Itu orang bayangin kan, satu gedung itu berapa puluh ribu orang, kayak pintunya cuma itu doang, sudah sinyal susah, mau pesan online susah, bawa kendaraan nggak bisa. TransJakarta kemarin kita nggak ada rute kan,” jelas Ika.

“Kalau di sini pintu banyak, maksudnya kalau bingung naik aja abang-abang ojol yang ini kan sembarangan aja, langsung,” sambungnya.

Ika mengaku tak berharap lagi untuk menonton konser di JIS. Dia mengaku lebih baik menonton konser di GBK.

“Udah nggak ada harapan deh, beneran, kita udah dua kali ke sana. Jauh banget, mendingan GBK,” ujar Ika.

Penonton konser BLACKPINK lain, Dila, menyebut akses keluar dari GBK sebenarnya masih sulit karena banyak ojol yang parkir di jalan utama. Dia mengatakan mobil sulit lewat sehingga kemacetan terjadi.

“Ke sini pakai (kendaraan) pribadi. Masih nunggu karena macet. Keluar (konser) 21.15 WIB sudah keluar, mulai 19.30 WIB. Nunggu jemputan, susah macetnya karena banyak ojek juga,” ujar Dila.

Dishub DKI Ungkap Biang Kerok Sulitnya Akses Bubaran Konser di JIS
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo sempat menjelaskan penyebab sulitnya akses keluar dari JIS yang dikeluhkan penonton konser Dewa 19. Dia mengatakan salah satu penyebab padatnya akses keluar JIS ialah keberadaan proyek tol.

“Jadi kemarin itu kondisi di JIS, jaringan jalan di kawasan JIS tidak seideal sebelum saat peluncuran. Kenapa? Karena saat ini di Jalan RE Martadinata sedang ada pembangunan Tol Harbour II, HBR II. Itu yang di sisi utaranya,” kata Syafrin di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (8/2/2023).

Syafrin mengatakan pembangunan tol itu berdampak pada berkurangnya lajur jalan di sekitar kawasan JIS. Dia mengatakan cuma tersisa satu lajur sehingga menyebabkan kemacetan.

“Di sana yang tadinya empat lajur, terkooptasi pembangunan tol HBR II kemudian itu bahkan tinggal dua (lajur), bahkan ketika ada bus sedang saja melintas itu tinggal satu lajur. Itu yang menyebabkan kepadatan,”

Dia juga mengatakan ada proyek perbaikan jalan di Jalan Danau Sunter Barat dan Jalan Sunter Permai Raya. Menurutnya, hal itu memicu jalanan tak bisa digunakan secara maksimal.

Suasana JIS (Brigitta/detikcom)
Baca juga:
Cerita Pedagang Obral Pernak-pernik BLACKPINK Usai Bubaran Konser
“Kami sudah kerahkan petugas kemarin, tapi karena kondisi jalannya seperti itu maka ini belum bisa kita paksakan terjadi kelancaran,” jelasnya.

Syafrin mengatakan pihaknya telah menyiapkan antisipasi dengan rekayasa lalu lintas. Salah satunya dengan menyiapkan kantong parkir. Namun, macet parah tetap terjadi karena kondisi jaringan jalan tak ideal.

“Rekayasa ada contohnya untuk lokasi parkir itu kami arahkan sebagian di sisi utara itu ke parkir FE. Yang selebihnya di sisi baratnya parkir di kawasan Kemayoran. Demikian pula pemanfaatan gedung-gedung parkir di kawasan sekitar. Itu tetap difungsikan,” jelasnya.

“Tapi kembali lagi, masifnya masyarakat yang akan menonton kemudian juga jaringan jalan tidak ideal karena ada pembangunan maka kondisinya pasti akan stuck,” imbuhnya.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *