Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Polisi Larang Pemudik Lintasi Jalur Alternatif Kamojang dan Cijapati

2 min read

Garut (harianjabar.com) – Polres Garut mengimbau pemudik tidak melewati jalur alternatif Kamojang dan Cijapati yang menghubungkan Kabupaten Bandung-Garut saat mudik Lebaran 2023. Imbauan ini dikeluarkan karena kondisi jalan di kawasan tersebut berbahaya bagi pengendara belum pernah melintasinya.

Jalur alternatif Kamojang merupakan jalan pintas yang menghubungkan Bandung dari arah Majalaya dan Paseh, dengan Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut. Sementara jalur alternatif Cijapati merupakan jalan yang menghubungkan Kecamatan Cicalengka dan Cikancung, Kabupaten Bandung, dengan Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut AKP Undang Syarif Hidayat mengatakan, pihaknya mendorong agar pemudik tetap menggunakan jalur utama lintas Nagreg, Kabupaten Bandung.

Undang menuturkan, alasan melarang pemudik melintasi dua jalur alternatif itu karena kondisi jalannya menanjak dan menurun cukup curam. Selain itu, di sana juga masih minim fasilitas jalan sehingga dinilai berbahaya jika pengendara tidak hati-hati.

Dia menilai, jalur alternatif Kamojang dan Cijapati terlalu riskan bagi pengendara yang baru pertama kali melintas di jalur tersebut. Oleh karena itu, dia menyarankan agar pemudik tetap menggunakan jalan utama yang lebih aman dan banyak petugas untuk memberikan pelayanan.

“Jalan alternatif itu sangat berbahaya bagi orang yang belum tahu medan jalan, lebih baik melintas jalan yang sudah disiapkan,” ujarnya.

Terlebih, kata dia, saat ini jalur mudik Kadungora-Leles sudah siap dengan tambahan pembangunan jalan baru yang bisa mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di Jalur Kadungora sampai Tarogong.

“Alhamdulillah Jalur Kadungora sudah ada jalan baru. Jalan sudah bagus,” katanya.

Senada dengan Undang, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut Aah Anwar Saefuloh mengatakan, pihaknya memang sudah melakukan persiapan untuk mengatur arus lalu lintas di jalur mudik, termasuk menyiapkan jalur alternatif untuk mengurai kepadatan di jalur utama.

Akan tetapi, untuk jalur alternatif Kamojang dan Cijapati, kawasan tersebut tidak direkomendasikan bagi pemudik. Terutama yang belum tahu medan jalan tersebut. Imbauan ini dikeluarkan berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama jajaran terkait.

“Jalur Kamojang dan Cijapati tidak kita rekomendasikan karena memang kondisi jalan memprihatinkan, apalagi mereka yang belum tahu kondisi jalannya,” kata Aah.

Kedua jalur alternatif itu, kata dia, selama ini biasa dilintasi pengendara lokal yang sudah mengetahui medan jalan untuk menghindari kemacetan di jalan raya wilayah Nagreg, Kabupaten Bandung menuju Garut.***

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *