Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Sindikat ‘Kerja Pencet Like-Subscribe’ Bikin Banyak Korban Terjerat

2 min read

Jakarta (harianjabar.com) – Polres Metro Depok masih menyelidiki kasus penipuan modus tawaran kerja memencet tombol Like dan Subscribe. Polisi menyebutkan para pelaku merupakan sebuah sindikat.

Polres Metro Depok sendiri menerima banyak laporan terkait kasus serupa. Para pelaku saat ini masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

Kasus ini mencuat setelah salah satu korban curhat di media sosial. Korban mengungkapkan awal mula dirinya tertipu tawaran pekerjaan yang hanya memencet tombol Like dan Subscribe yang ditawarkan pelaku lewat WhatsApp.

Mulanya korban mendapatkan komisi untuk memencet tombol Like dan Subscribe. Tetapi kemudian korban diminta menyerahkan deposit untuk trading di sebuah situs kripto.

Alih-alih mendapatkan keuntungan yang diinginkan, korban justru tertipu. Salah satu korban inisial SN mengalami kerugian puluhan juta akibat penipuan tersebut.

Pelaku Diduga Sindikat
Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Yogen Heroes Baruno mengatakan pihakya masih melakukan penyelidikan kasus terseut. Pelaku diduga merupakan sebuah sindikat.

“Iya (sudah teridentifikasi). Kemungkinan sindikat,” kata Yogen kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Kamis (11/5/2023).

Pelaku Berada di Luar Kota
Yogen mengatakan, melalui nomor rekening dan nomor telepon pelaku yang dilaporkan korban, polisi sudah mengetahui keberadaan para pelaku yang tersebar di beberapa wilayah di luar Jakarta. Dari Banjarmasin hingga Cianjur.

“Sudah kita lacak semua, ada 2 atau 3 rekening sama beberapa nomor HP. Sementara di luar kota semua. Macam-macam ada di Banjarmasin, ada di Cianjur,” ujarnya.

Meski demikian, lanjut Yogen, pihak kepolisian masih menyelidiki hal tersebut. Pihaknya juga akan mencari tahu apakah data diri yang ada pada nomor telepon dan nomor rekening betul-betul pelaku atau bukan.

“Iya dari nomor rekening dan nomor HP. Tapi kita harus pastikan apakah dia menggunakan identitas yang asli atau palsu,” jelasnya.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *