Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Kata Kominfo Soal BSI Jadi Korban Serangan Siber Ransomware LockBit

2 min read

Jakarta (harianjabar.com) – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) buka suara terkait insiden dugaan serangan siber ransomware LockBit yang dialami oleh Bank Syariah Indonesia atau BSI beberapa waktu lalu.

Terkait hal ini, Usman Kansong, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo, mengatakan gangguan yang dialami oleh IT BSI sudah dapat dipulihkan dalam waktu satu hari.

“BSI terus melakukan perbaikan pengamanan sistem IT berdasarkan best practise dan international standard,” kata Usman melalui keterangannya, Minggu (14/5/2023).

Selain itu, Usman mengungkapkan BSI telah memperkuat keamanan teknologi perseroan dengan membentuk divisi khusus yang bernama CISO (Chief Information and Security Officer).

Menurut Usman, Bank Syariah Indonesia bekerja sama dan berkoordinasi dengan otoritas terkait, serta akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan dan patuh terhadap aturan yang berlaku.

“Kominfo terus berkoordinasi dengan BSI dan BSSN untuk memastikan penyelenggaraan sistem elektronik berlangsung baik,” pungkas Usman.

Kabar BSI diserang ransomware sendiri mulai beredar usai layanan mobile dari bank itu mengalami gangguan pekan ini.

Perusahaan sempat menyebut bahwa pihaknya tengah melakukan maintenance system sehingga membuat layanan BSI tidak bisa diakses sementara waktu.

Namun belakangan muncul kabar yang mengatakan bahwa BSI jadi korban ransomware. Informasi ini pun mencuat lagi di media sosial dipenuhi dengan berbagai bukti bahwa bank tersebut memang terkena ransomware.

Kemudian, Direktur Utama BSI Hery Gunardi pun mengonfirmasi ada indikasi serangan siber terhadap layanan perbankan mereka, membuat perusahaan melakukan switch off secara temporer.

“Kami temukan ada indikasi serangan siber. Kami ada temporary switch off untuk memastikan sistem aman,” ujar Hery melalui konferensi pers, Kamis (11/5).

Atas dugaan itu, Hery menuturkan bahwa perlu ada pembuktian melalui audit dan digital forensik dengan berkoordinasi dengan regulator terkait, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan pemegang saham.

Dia pun memastikan bahwa BSI berkomitmen untuk melindungi dana dan data para nasabah di kemudian hari.

“Kami komitmen meningkatkan kemanan siber nasabah. Dan hati-Hati penipuan mengatasnamakan BSI. Kami juga mohon maaf atas ketidaknyamanan,” tutupnya.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *