Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Chatbot Medis Google Mulai Diuji di Rumah Sakit

2 min read

Jakarta (harianjabar.com) – Google punya chatbot AI khusus untuk keperluan medis yang bernama Med-PaLM 2. Saat ini chatbot tersebut sudah diuji di sejumlah rumah sakit.

Salah satu tempat pengujiannya adalah rumah sakit Mayo Clinic di Amerika Serikat, dan sudah berlangsung sejak April lalu, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Senin (10/7/2023).

Med-PaLM 2 adalah varian dari PaLM 2, yang dirilis di Google I/O 2023 Mei lalu. Sebagai informasi, PaLM 2 adalah model bahasa yang menjadi basis dari Google Bard, chatbot Google yang sudah tersedia untuk publik.

Chabot medis ini adalah sebuah alat berbasis AI yang dibuat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan medis. Dalam laporan Wall Street Journal, mereka membaca sebuah email internal yang menganggap Med-PaLM 2 ini bakal berguna di negara-negara yang kekurangan dokter.

“Med-PaLM 2 dilatih menggunakan demonstrasi dari ahli medis, yang Google erpcaya akan membuatnya lebih bagus dalam percakapan terkait medis dibanding chatbot generasl seperti Bard, Bing, dan ChatGPT,” salah satu petikan kalimat dalam email internal tersebut.

Hanya saja dalam email tersebut juga menyinggung soal hasil penelitian Google yang dipublikasikan pada Mei lalu. Dalam penelitian tersebut disebutkan Med-PaLM 2 masih mengalami masalah akurasi, sama seperti yang terjadi dalam AI dengan model bahasa yang lebih besar.

Dalam penelitian tersebut juga ketidakakuratan dan pemberian informasi yang tak relevan dari Med-PaLM dan Med-PaLM 2 lebih sering terjadi dibanding dokter yang asli.

Lalu terkait privasi data, dalam laporan WSJ disebutkan kalau data dari pasien yang dimasukkan ke dalam Med-PaLM 2 akan dienkripsi, dan Google tak akan bisa mengakses data tersebut.

Senior Research Director Google Greg Corrado mengakui kalau Med-PaLM 2 masih berada pada tahap awal. Corrado pun percaya kalau chatbot ini akan bakal berguna di fasilitas-fasilitas kesehatan tertentu, meski ia mengaku tak mau kalau keluarganya menggunakan chatbot ini.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *