Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Kisah Wanita yang Naik Kapal Pesiar Telanjang Bareng 2.300 Orang Lainnya

2 min read

Harianjabar.com – Seorang wanita menceritakan pengalamannya naik kapal pesiar telanjang bersama dengan 2.300 penumpang lainnya. Setelah perjalanan itu, persepsinya pun berubah.

Helen Berriman (47) menemukan sudut pandang baru usai mengikuti perjalanan selama 2 minggu naik kapal pesiar khusus kaum nudis. Selama 14 hari, Helen dan suaminya, Simon (47) bertelanjang bulat bersama dengan 2.300 penumpang lainnya.

Helen kini merasa lebih percaya diri dengan bentuk tubuhnya. Sebelumnya, Helen memiliki masalah dengan tubuhnya. Dia merasa bentuk tubuhnya telah banyak berubah dibandingkan saat dia masih muda.

Akibatnya, dia jadi kurang pede. Namun setelah melihat tubuh telanjang ribuan orang lainnya, Helen merasa bahwa bentuk tubuh masing-masing orang memang berbeda dan tidak ada yang perlu dipermasalahkan.

“Saya sebelumnya sangat bermasalah dengan body positivity dan percaya diri. Tapi sekarang, saya adalah orang yang berbeda. Tubuhku adalah wadahku,” ucap Helen, seperti dikutip dari New York Post, Kamis (13/7/2023).

“Saya hanya punya satu kulit dan meskipun kulit saya kendor di beberapa bagian, tapi itu sudah sangat sesuai dengan tubuh saya,” imbuh Helen.

Kapal pesiar telanjang yang dinaiki Helen dan Simon dioperasikan oleh sebuah perusahaan bernama Bare Necessities. Kapal pesiar itu mampu menampung hingga 2.300 penumpang di 11 lantai kapal.

Perjalanan selama 2 minggu itu dimulai dari Tampa, Florida, Amerika Serikat. Selanjutnya, kapal pesiar itu berlayar ke Saint-Martin, St Kitts, Antigua, Turks and Caicos, Republik Dominika hingga Bahama.

“Di kapal pesiar ini, kamu bisa telanjang bulat dimanapun, kecuali sedang bersandar di beberapa pelabuhan tertentu atau jika kamu ingin masuk ke dalam restoran yang formal,” jelas Helen.

Sehari-harinya, Helen bukan termasuk kaum nudis. Dia berpakaian layaknya orang normal lainnya. Berbeda dengan suaminya yang dari awal memang tertarik dengan gaya hidup kaum nudis.

Bahkan sebelum naik kapal pesiar telanjang itu, Helen termasuk ‘terganggu’ dengan ketertarikan sang suami terhadap gaya hidup tanpa mengenakan sehelai benang itu.

“Jika dia mau melakukannya, maka saya tidak ingin tahu,” tegas Helen.

Namun akhirnya, Helen mau untuk mencoba gaya hidup ala kaum nudis. Mindset Helen terhadap kaum nudis pun berubah.

“Saya akhirnya mengerti mengapa Simon menyukainya. Saya merasa bebas. Saya sebelumnya mengkonotasikan ketelanjangan dengan seks, tapi sekarang pandangan saya sudah berubah,” pungkas Helen.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *