Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Diskusi Mahasiswa UNS soal Polemik Majelis Wali Amanat Dibubarkan

2 min read

Solo (harianjabar.com) – Diskusi yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo dibubarkan pihak kampus.

Sedianya, diskusi terbuka tersebut digelar di Hutan FISIP UNS, Rabu (26/7) sore.

Dalam pamflet digital yang disebarkan lewat akun instagram @bemuns dan WhatsApp, diskusi tersebut akan membahas polemik pembekuan Majelis Wali Amanat (MWA) dan isu korupsi yang menerpa UNS. Acara tersebut mengundang pihak Rektorat UNS dan Majelis Wali Amanat (MWA).

Presiden BEM UNS, Hilmi Ash-Shidiqi mengatakan saat itu sudah ada sekitar 100 mahasiswa yang berkumpul di Hutan FISIP UNS. Sekitar pukul 16.00 WIB, tiba-tiba perwakilan Dekanat FISIP UNS datang beserta sejumlah satpam fakultas untuk membubarkan acara.

“Tiba-tiba dari pihak Dekanat bilang, enggak boleh ada kumpul-kumpul di sini. Apalagi di luar mahasiswa FISIP,” kata Hilmi saat dihubungi melalui telepon.

Hilmi menganggap larangan tersebut aneh mengingat kegiatan tersebut diadakan di tempat terbuka. Selama ini, kegiatan di Hutan FISIP juga tidak pernah dipersoalkan perizinannya.

Ia mengatakan Dekanat FISIP UNS saat itu menawarkan agar diskusi dipindah ke Aula FISIP UNS yang berada tak jauh dari Hutan FISIP. Tawaran itu ditolak karena BEM UNS menginginkan agar diskusi tersebut disaksikan sebanyak mungkin mahasiswa dan masyarakat secara umum.

Hilmi menerangkan diskusi tersebut bertujuan untuk mempertemukan pihak Rektorat UNS dengan MWA. Ia beralasan selama ini kedua pihak tersebut tidak pernah duduk bersama untuk membicarakan masalah yang tengah dihadapi UNS.

“Selama ini kan rektorat ngomong sendiri, MWA ngomong sendiri. Kenapa tidak kita pertemukan, duduk perkaranya seperti apa,” katanya.

BEM UNS telah mengundang kedua pihak. Menurut Hilmi, MWA sebenarnya telah menyanggupi untuk datang ke acara diskusi tersebut. Sementara dari pihak Rektorat UNS menolak untuk hadir.

“Karena Rektorat tidak hadir, akhirnya MWA juga menolak untuk hadir,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Rektor II Bidang Umum dan Sumber Daya Manusia UNS, Muhtar mengatakan undangan diskusi diterima Rektorat lewat pesan WhatsApp.

“Ada undangan lewat WA tapi tidak menyebutkan nama,” kata Muhtar lewat pesan singkat.

Ia sendiri sudah berusaha mendatangi acara diskusi tersebut sekitar pukul 16.00 WIB. Namun saat itu mahasiswa sudah beranjak membubarkan diri.

“Saya mewakili Rektorat untuk mendengarkan dan mengikuti diskusi publik tersebut. Tadi saya datang ke sana sekitar jam 16.00 WIB. Tapi mahasiswa sudah mulai bubar,” katanya.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *