Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Jejak Hitam Pemuda Tasik Buang Anak dan Perkosa Ratusan Ayam Ternak

3 min read

Bandung (harianjabar.com) – Hampir 10 tahun silam, tepatnya pada Desember 2013, seorang pemuda asal Tasikmalaya menjadi sorotan. Ia yang saat itu masih berusia 17 tahun, menjadi pesakitan dan diadili dengan dakwaan telah memperkosa seorang bocah perempuan yang masih berusia di bawah umur.

Aksi Biadab ke Anak di Bawah Umur

Pemuda itu adalah AS. Aksinya begitu biadab karena tega memperkosa seorang bocah perempuan yang masih berusia 6 tahun. Bahkan tak cukup sampai di sana saja, AS juga nekat membuang korban yang kala itu masih duduk di kelas 1 SD tersebut ke laut supaya bisa menghilangkan jejak.

Tapi ajaibnya, korban bisa selamat. Meski sempat terombang-ambing di lautan wilayah Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, nyawa korban bisa diselamatkan nelayan setempat. Berbekal dari pengakuan korban, AS kemudian diciduk tanpa perlawanan pada Oktober 2013. Sementara kondisi korban, diketahui mengalami trauma saat itu akibat perbuatan bejat yang dilakukan AS.

Tepat pada 5 Desember 2013, AS mulai diadili di persidangan. Setelah dihadapkan pada dakwaan yang berbunyi ‘Memaksa Anak Dibawah Umur untuk Melakukan Persetubuhan Dengannya dan Percobaan Pembunuhan’, fakta mencengangkap mulai terungkap mengenai perlilaku menyimpang AS.

Setubuhi Ratusan Hewan

Secara terang-terangan, AS mengakui pernah menyetubuhi ratusan ayam milik tetangga kampungnya sebelum melancarkan aksi kepada korban. Tak hanya ayam, kambing maupun domba juga turut menjadi sasaran. Bahkan di antaranya, ada beberapa binatang yang mati akibat perilaku menyimpangnya itu.

Pengakuan AS ini disampaikan dalam persidangan yang digelar secara tertutup di PN Tasikmalaya pada 10 Desember 2013. Di hadapan majelis hakim, AS mengakui sudah memperkosa hingga 300 ayam hingga mati.

“Seperti itu kesaksiannya,” kata Ketua Majelis Hakim PN Tasikmalaya kala itu, Motur Panjaitan seraya menyebut kejadian ini baru pertama kali terjadi di Indonesia.

Perbuatan AS ternyata sudah dilakukan selama beberapa tahun terakhir. Ia mengaku nekat berbuat melampiaskan hawa nafsunya ke ayam karena kerap melihat video porno. Sebelum dirudapaksa, ayam terlebih dahulu dicekik agar tidak gaduh saat disetubuhi

Kesaksian Pemilik Hewan

Pengakuan AS turut dikuatkan salah satu saksi yang dihadirkan pada persidangan selanjutnya berinisial AG. Ia mengaku pernah memergoki AS keluar dari kandang ayamnya. Tadinya ia tak menaruh kecurigaan apapun. Namun setelah dicek lebih detail, AG syok sekaligus tak percaya dengan perbuatan AS.

Saat itu, AG bercerita ratusan ayam yang digagahi AS berada di 2 RW berbeda. Khusus di kandangnya, puluhan ayam banyak yang mati tiba-tiba. Keanehan kemudian muncul setelah AG menemukan dubur hewan peliharaannya lecet dan ada sisa cairan sperma manusia.

Sebelum berurusan dengan kasus ini, AS sendiri dikenal oleh warga sekitar sebagai sosok yang pendiam dan jarang bergaul dengan teman-teman seusianya. Namun ternyata, perilaku AS berubah drastis bahkan menyimpang setelah diterangai saksi di bagian kakinya sembuh usai mengalami kecelakaan. Ia disebut tampak lebih sensitif dan emosional dari sebelumnya.

Karena gegernya pengakuan ini, sidang yang digelar pada 17 Desember 2013 itu terpaksa ditunda. Ketua Majelis Hakim Motur Panjaitan memutuskan untuk memeriksakan kejiwaan AS ke pskiater. Perilaku itu dinilai tidak normal, dan menjadi alasan majelis hakim menunda tuntutan.

Memiliki Kelainan

Kuasa hukum AS saat itu, Ramadanil S Daulay, mengakui kliennya memang memiliki kelainan seks. Pihaknya pun berharap kepada majelis hakim agar AS dibawa ke panti rehabilitasi dan tidak dipenjara supaya ia bisa menjalani kembali kehidupan secara normal.

“Saya memohon agar hakim ketua tidak menjatuhkan vonis kurungan, tapi rehabilitasi agar klien saya kembali hidup normal,” katanya.

Namun akhirnya, AS kemudian dijatuhi vonis 8 tahun penjara dan denda Rp 60 juta subsider 1 bulan kurungan. Majelis hakim memutus AS bersalah melakukan pemerkosaan dan percobaan pembunuhan, serta terungkap telah memperkosa 300 ekor ayam, 150 ekor bebek dan itik, serta domba, dan kambing.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *